BONE– Di tengah meningkatnya perhatian terhadap efisiensi energi nasional, Pemerintah Kabupaten Bone mengambil langkah yang tak sekadar administratif, tetapi juga simbolik. Mulai pekan depan, kebijakan Work From Home (WFH) akan resmi diberlakukan bukan setiap hari, melainkan strategis: setiap hari Rabu.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyebut keputusan ini bukan tanpa pertimbangan matang. “Kita sudah buat skemanya. Kita mulai terapkan pekan depan setiap hari Rabu,” ujarnya. Pilihan hari Rabu, lanjutnya, bukan kebetulan. Pemerintah daerah sengaja menghindari hari Jumat agar tidak menciptakan libur panjang yang berpotensi menurunkan produktivitas aparatur sipil negara (ASN).

Namun, kebijakan ini tidak berlaku seragam. Untuk instansi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, tidak ada ruang untuk bekerja dari rumah. Pelayanan tetap harus berjalan seperti biasa—tanpa kompromi.

Lebih dari sekadar kebijakan kerja, langkah ini menjadi bagian dari gerakan lebih luas: penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah Kabupaten Bone bahkan mulai memberi contoh konkret.

Bupati Andi Asman Sulaiman mengaku telah lebih dulu mengambil langkah pribadi dengan menggunakan kendaraan listrik. “Saya sudah beli motor listrik. Sekali-kali kita gunakan dalam melaksanakan dinas sebagai bentuk penghematan,” ungkapnya.

Langkah tersebut kini semakin relevan dengan hadirnya infrastruktur pendukung. Dua titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah tersedia masing-masing di depan PLN Hasanuddin dan di Jalan Merdeka, tepat di depan rumah jabatan Sekretaris Daerah Bone. Kehadiran SPKLU ini menjadi penanda bahwa transformasi energi di Bone bukan sekadar wacana, melainkan sudah mulai berdenyut dalam keseharian.

Kebijakan WFH setiap Rabu dan dorongan penggunaan kendaraan listrik bukan hanya soal efisiensi anggaran. Ia mencerminkan perubahan pola pikir bahwa pemerintah daerah juga bisa menjadi pelopor dalam merespons tantangan energi global, dimulai dari langkah sederhana namun berdampak. Di Bone, perubahan itu kini dimulai dari rumah secara harfiah. (*)