BONE–SMAN 12 Bone menegaskan komitmennya untuk terus membina peserta didik dalam membaca dan memahami Al-Quran setelah sukses melaksanakan Program Ramadhan Mengaji Andalan Hati. Hal ini disampaikan oleh Kepala UPT SMAN 12 Bone saat menerima kunjungan monitoring dan evaluasi (Monev) dari Dr. H. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd, Kasi SMA & FP3DMT Cabdisdik Wilayah 3 Bone, pada Selasa, 11 Maret 2025.

Kepala sekolah SMAN 12 Bone Hj. A. Sitti Marwah, S.Pd., M.Pd menyatakan bahwa program yang diinisiasi oleh Gubernur Sulawesi Selatan ini memberikan dampak positif bagi siswa. Oleh karena itu, pihak sekolah berupaya untuk memberikan bimbingan lanjutan agar hasilnya lebih maksimal. “Siswa perlu mendapatkan bimbingan lanjutan agar mereka semakin mahir dalam membaca Al-Quran,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa peserta didik sangat antusias dalam mengikuti program ini, terutama karena mereka mendapatkan bimbingan langsung dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). “Sebagai guru pembina, kami hanya mengarahkan dan membimbing peserta didik agar mereka tetap aktif dalam kegiatan ini,” tambahnya.
Dalam sesi Monev tersebut, Dr. H. Shabiel Zakaria mendapatkan gambaran tentang bagaimana Program Ramadhan Mengaji Andalan Hati diterapkan di SMAN 12 Bone. Beberapa aktivitas utama yang dijalankan di antaranya:
– Setiap kelas menyelesaikan khatam Al-Quran setiap hari bagi siswa yang sudah lancar mengaji.
– Pembelajaran Al-Quran atau kelas tahsin bagi siswa yang belum lancar atau masih terbata-bata dalam membaca Al-Quran.
– Pembelajaran SMART School khusus bagi siswa kelas XII yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
– Kajian Islam yang bertujuan membentuk karakter peserta didik agar memiliki akhlakul karimah.
– Pelaksanaan shalat berjamaah untuk siswa kelas X, XI, dan XII pada waktu Dzuhur dan Ashar.
– Lomba keislaman untuk menguji dan meningkatkan wawasan peserta didik mengenai Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Shabiel Zakaria menegaskan kepada seluruh unsur guru, khususnya wali kelas, bahwa mereka merupakan pilar utama dalam mendampingi siswa. Ia mengimbau agar wali kelas lebih proaktif dalam menghadirkan siswa, terutama jika ada indikasi siswa sering absen atau mengajukan izin yang tidak jelas. “Wali kelas harus memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pembinaan yang maksimal dan tidak tertinggal dalam kegiatan ini,” pesannya.
Dengan adanya upaya lanjutan ini, SMAN 12 Bone berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didiknya serta menjadikan mereka generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berakhlak mulia.



Tinggalkan Balasan