BONE– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone mengikuti kegiatan Penguatan Pengawasan Internal “Mengawal Kinerja Imipas PRIMA” yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Senin (20/7).

Kegiatan berlangsung di Ruang Sekretariat WBK/WBBM Lapas Kelas IIA Watampone dan diikuti oleh Kepala Lapas Rahnianto beserta pejabat struktural dan jajaran terkait.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rudi Setiawan, serta diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, pejabat struktural, dan pegawai terkait di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Inspektur Jenderal menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan internal sebagai fondasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan, dan akuntabel. Pengawasan internal tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian, tetapi juga menjadi instrumen pencegahan terhadap potensi penyimpangan, peningkatan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta penguatan integritas aparatur dalam menjalankan tugas dan fungsi.

Selain itu, seluruh satuan kerja diingatkan untuk membangun budaya pengawasan yang melekat pada setiap pelaksanaan tugas, meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional dan ketentuan yang berlaku, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Imipas PRIMA melalui tata kelola yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti seluruh arahan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi.

“Penguatan pengawasan internal merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan. Lapas Watampone berkomitmen memperkuat pengendalian intern, meningkatkan kepatuhan, serta membangun budaya kerja yang berintegritas demi menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Rahnianto.

Sebagai tindak lanjut, Lapas Kelas IIA Watampone akan terus meningkatkan efektivitas pengawasan internal, memperkuat pengendalian risiko, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta sejalan dengan semangat Imipas PRIMA dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*)