BONE — Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone, sebuah proses senyap namun penuh harapan tengah berlangsung. Senin (28/07), beberapa narapidana kasus narkotika menjalani prosedur penting tes urine sebagai syarat wajib sebelum mereka melangkah keluar menapaki kehidupan baru sebagai warga bebas.

Bagi mereka yang pernah terjerat jerat gelap narkotika, kebebasan bukan sekadar pintu yang terbuka, tetapi juga komitmen untuk tidak mengulang kesalahan masa lalu. Karena itulah, Lapas Watampone menggelar tes urine sebagai bagian dari mekanisme pembebasan, memastikan bahwa setiap narapidana yang akan mendapatkan hak integrasi benar-benar bersih dari zat terlarang.

“Kami tidak bisa menjamin mereka tidak akan kembali terjerumus, tetapi kami bisa memastikan mereka meninggalkan tempat ini dalam keadaan bebas dari narkoba,” tegas Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Saripuddin Nakku. Komitmen ini, menurutnya, adalah bentuk tanggung jawab moral dan institusional agar proses rehabilitasi tidak berhenti hanya di balik jeruji.

Tes urine dilakukan secara ketat oleh tim medis lapas, dengan pengawasan langsung dari petugas keamanan serta seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik). Setiap sampel yang diambil dianalisis secara cermat demi menjamin transparansi dan akurasi. Hasilnya menggembirakan: seluruh narapidana yang mengikuti tes dinyatakan negatif narkoba.

“Ini bukan hanya soal prosedur administrasi,” lanjut Saripuddin, “tetapi tentang bagaimana kami memastikan bahwa program pembinaan di lapas benar-benar berdampak, memberi bekal nyata untuk para warga binaan agar mampu menjalani hidup lebih baik setelah bebas.”

Kegiatan ini juga menjadi simbol nyata dari upaya berkelanjutan dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, tak hanya di luar, tetapi juga di dalam lembaga pemasyarakatan.

Dengan hasil negatif tersebut, para narapidana kini bersiap melangkah menuju kebebasan. Mereka membawa harapan, membawa perubahan, dan yang paling penting membawa tekad untuk tidak kembali ke jalan gelap yang pernah menjerat mereka. (*)