BONE–Menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Bone 2025, persyaratan mendapatkan 13 rekomendasi dukungan dari cabang olahraga (Cabor) menjadi tantangan tersendiri bagi para kandidat yang ingin maju sebagai Ketua KONI Kabupaten Bone.
Ketua KONI Bone, Drs. Andi Haidar, menegaskan bahwa mekanisme penyaringan calon ketua telah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Keputusan mengenai persyaratan 13 rekomendasi tersebut juga telah melalui proses musyawarah yang melibatkan berbagai pihak terkait.
“Mendapatkan dukungan 13 Cabor sebenarnya bukan hal yang sulit, apalagi saat ini jumlah Cabor yang terdaftar mencapai 39. Jika para bakal calon mampu membangun komunikasi yang baik, maka kemungkinan bisa ada tiga kandidat yang bersaing dalam pemilihan nanti,” ungkap Andi Haidar.
Ia juga menegaskan bahwa KONI adalah organisasi dengan aturan yang jelas, sehingga setiap calon harus mengikuti mekanisme yang ada. “Tidak ada yang instan. Apa yang dilakukan panitia sudah sesuai prosedur. Bagi yang ingin maju sebagai Ketua KONI Bone, silakan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Persyaratan ini menjadi ujian awal bagi para calon untuk menunjukkan kapasitasnya dalam merangkul dukungan dari Cabor. Selain sebagai bentuk seleksi, aturan ini juga diharapkan dapat memastikan bahwa Ketua KONI terpilih nantinya memiliki legitimasi yang kuat dan mampu menjalankan roda organisasi dengan baik.
Dengan dinamika yang ada, Musorkab KONI Bone 2025 diprediksi akan menjadi ajang kompetisi yang menarik. Para kandidat yang serius maju harus mulai membangun komunikasi dan menyusun strategi agar bisa memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. (*)



Tinggalkan Balasan