WAJO — Kunjungan kerja Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone, H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd ke Kabupaten Wajo bersama pengurus KONI dalam rangka mempermantap pelaksanaan Porprov membuahkan ide segar untuk memaksimalkan potensi sektor olahraga sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone.

Dalam kunjungannya, Andi Akbar dibuat terpukau oleh Cahaya Sport Center yang dikembangkan oleh Ketua KONI Kabupaten Wajo. Fasilitas olahraga terpadu tersebut kini telah dilengkapi dengan Lapangan Mini Soccer lengkap dengan tribun berkapasitas 600 orang penonton. Tak hanya itu, pengelola Sport Center berencana memperluas sarana dengan membangun lapangan bulu tangkis, kolam renang, tenis lapangan, dan fasilitas olahraga lainnya.

“Saya tidak bisa membayangkan kalau Lapangan Mini Soccer ini juga bisa kita hadirkan di Kompleks Stadion Lapatau Bone. Lahan kita sangat memadai, selama ini sering digunakan anak-anak untuk latihan bola. Ini peluang besar,” kata Andi Akbar saat ditemui usai kunjungan.

Menurutnya, meski pembangunan Lapangan Mini Soccer dengan tribun membutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar, tetapi potensi pengembalian investasinya sangat menjanjikan.

“Satu jam sewanya Rp600 ribu, dalam setahun saya pastikan bisa menghasilkan PAD sekitar Rp1 miliar. Angka ini realistis dan tidak akan meleset,” tegasnya.

Andi Akbar berencana segera mengusulkan rencana pembangunan ini kepada Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Ia menilai, di tengah tuntutan peningkatan PAD, sektor olahraga bisa menjadi penopang baru jika dikelola serius.

Upaya Andi Akbar untuk menambah sumber PAD tidak hanya sebatas wacana. Ia menuturkan, penataan pengelolaan Kompleks Stadion Lapatau Bone sudah berjalan. Kini, seluruh aktivitas olahraga di stadion tidak lagi digratiskan, tetapi disewakan sesuai Peraturan Daerah (Perda). Pedagang kaki lima (PKL) pun mulai didata, dan event-event olahraga dikenakan retribusi resmi.

“Semuanya sudah ada payung hukumnya. Kita sewakan lapangan stadion, event dikenakan retribusi, pedagang pun kita data. Semua ini demi target PAD,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga tengah menyiapkan konsep penataan kawasan kuliner di sekitar Stadion Lapatau. Anggaran penataan PKL sudah dirancang dan akan segera diusulkan ke Bupati Bone.

“Kalau disetujui Bapak Bupati, maka Stadion Lapatau tak hanya jadi pusat olahraga, tapi juga pusat kuliner setiap hari. Ini akan menggairahkan ekonomi masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Optimisme Andi Akbar kian menguat karena pada tahun 2026 mendatang, Kabupaten Bone dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan. Ia meyakini geliat ekonomi lokal akan semakin menggeliat jika fasilitas olahraga dilengkapi dan dikelola dengan baik.

“Kita harus siap dengan infrastruktur pendukung. Kalau ini terwujud di perubahan, perputaran ekonomi akan meningkat signifikan saat Porprov,” pungkasnya. (*)