BONE — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, terus bertransformasi menjadi pusat layanan keagamaan yang tidak hanya melayani urusan administrasi, tetapi juga hadir sebagai penggerak kesejahteraan umat. Melalui kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Umat, KUA Ulaweng menegaskan perannya sebagai garda terdepan pembangunan kehidupan beragama yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan pembinaan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala KUA Ulaweng H. Muhammad Saleh, S.Pd.I., M.Pd, para Penyuluh Agama, serta staf KUA Ulaweng, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program Revitalisasi KUA yang dicanangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
H. Muhammad Saleh menegaskan bahwa revitalisasi ini mengarahkan KUA agar tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak penanggulangan kemiskinan berbasis nilai-nilai keagamaan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Ketua Tim Penerangan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) yang menempatkan kesejahteraan umat sebagai bagian integral dari pembangunan kehidupan beragama.
Ketua Tim Penerangan Zakat Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Muhammad Nur, S.E., M.M., menegaskan bahwa penguatan peran KUA dalam pemberdayaan ekonomi umat dilakukan melalui berbagai program strategis. Di antaranya adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pengembangan wakaf uang, serta penerapan skema ekonomi produktif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Program-program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesalehan sosial, di mana agama tidak hanya dipahami secara ritual, tetapi hadir nyata dalam menjawab persoalan sosial dan ekonomi umat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, penerapan desain organisasi dan tata kerja KUA sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 24 Tahun 2024 membuka ruang yang lebih luas bagi KUA untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui agenda pembinaan serta analisis tindak lanjut revitalisasi KUA, diharapkan KUA Ulaweng mampu tampil sebagai institusi yang responsif, solutif, dan berdaya guna.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan peran sosial-keagamaan, KUA Ulaweng terus melangkah membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan, menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. (*)



Tinggalkan Balasan