BONE– Di tengah prosesi Wisuda Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Cahaya Prima (Uncapi) Bone, hadir sosok yang tak asing bagi civitas akademika kampus tersebut. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., tampak menyatu dengan suasana khidmat wisuda, bukan sekadar sebagai tamu kehormatan, tetapi sebagai bagian dari sejarah kampus itu sendiri.

Kehadirannya hari itu bukan hanya memenuhi undangan seremonial. Bagi Andi Asman, Uncapi adalah bagian dari perjalanan hidup. Ia merupakan alumni STIA Prima Bone, cikal bakal Universitas Cahaya Prima yang kini terus berkembang. Hari itu, ia kembali ke kampus dalam dua peran sekaligus: sebagai kepala daerah dan sebagai alumni yang ingin menyalakan harapan bagi generasi penerus.

Sebanyak 222 wisudawan, terdiri dari 180 lulusan sarjana dan 42 lulusan magister, resmi menyandang gelar akademik. Wisuda kali ini mengusung tema “Dengan Wisuda Sarjana dan Magister Kita Tingkatkan Inovasi sebagai Kunci Sukses di Era Digital”, sebuah tema yang sejalan dengan pesan-pesan inspiratif yang disampaikan para tokoh yang hadir.

Momen istimewa terjadi ketika Ketua Yayasan Uncapi Bone, Prof. Dr. Dra. Hj. A. Cahaya, M.Si., secara resmi menobatkan Andi Asman Sulaiman sebagai Ketua Alumni STIA Prima dan Uncapi Bone. Penobatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa perjalanan seorang mahasiswa dapat berujung pada pengabdian yang lebih luas bagi daerah dan masyarakat.

Di hadapan para wisudawan, Bupati Bone menyampaikan pesan yang sederhana namun membekas. Ia mengajak para lulusan untuk tidak takut gagal dan tidak cepat puas dengan gelar akademik yang telah diraih.

“Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar. Jangan berhenti belajar meski telah lulus. Setelah ini adalah tahap implementasi, bagaimana ilmu yang dimiliki memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia juga berbagi pengalaman pribadinya saat mengikuti Diklatpim II tingkat nasional, di mana ia berhasil meraih peringkat terbaik pertama, bersaing dengan alumni perguruan tinggi ternama dari seluruh Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa alumni Uncapi memiliki kapasitas dan daya saing nasional, selama terus menjaga integritas dan semangat belajar.

Kepulangannya ke Uncapi hari itu bukan sekadar nostalgia, melainkan penegasan bahwa kampus daerah mampu melahirkan pemimpin dan sumber daya manusia unggul. Dari ruang kelas sederhana hingga panggung pengabdian yang lebih luas, kisah Andi Asman Sulaiman menjadi inspirasi nyata bagi para wisudawan yang siap melangkah ke babak kehidupan berikutnya. (*)