
Bone — Hari Perawat Internasional (International Nurses Day) 2025 di Kabupaten Bone diperingati dengan semangat edukatif dan penuh kepedulian melalui tema “Visualisasi Kegiatan 2025 Masyarakat Mahir BHD (Bantuan Hidup Dasar)”. Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi gerakan nyata peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat medis.
Sebanyak 3.102 warga telah berhasil dilatih dan dinyatakan mahir dalam Bantuan Hidup Dasar. Mereka terdiri dari santri, anggota karang taruna, remaja masjid, hingga komunitas olahraga. Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi lintas komunitas demi menciptakan masyarakat tanggap dan sigap menolong sesama sebelum tim medis datang.
Menurut Ketua DPD PPNI Kabupaten Bone, Ince Kaimuddin, S.Kep., Ns., M.Kes, pelatihan BHD menjadi bentuk nyata kontribusi perawat dalam mendidik dan melindungi masyarakat. Ia berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan keberadaan perawat yang jumlahnya kini telah mencapai tiga ribuan orang di seluruh wilayah Kabupaten Bone.
“Kami berharap perhatian lebih dari pemerintah, karena perawat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Jumlah kami tidak sedikit, dan kami selalu siap hadir di garda terdepan,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelayanan keperawatan demi menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa perawat harus tetap menjadi ujung tombak dalam sistem kesehatan.
“Saya sudah keliling melihat langsung masyarakat. Kita ingin semua terlayani. Kita tidak mau lagi ada masyarakat yang tidak mendapat layanan kesehatan hanya karena soal biaya,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan tantangan serius yang tengah dihadapi Kabupaten Bone: angka stunting yang masih tinggi. Menurutnya, langkah preventif harus diutamakan melalui penyuluhan gizi dan kampanye kesehatan yang masif.
“Bone ini lumbung pangan, tapi kasus stunting masih cukup besar. Ini ironi. Kita harus fokus pada pencegahan, karena mengobati jauh lebih mahal daripada mencegah,” tambahnya.
Sebagai upaya konkret, pemerintah daerah juga mendorong transformasi Puskesmas menjadi Rumah Sakit Tipe D. Puskesmas yang sebelumnya belum melayani rawat inap, akan ditingkatkan kemampuannya. Langkah ini diambil untuk menjamin akses layanan kesehatan dasar yang merata dan menyeluruh.
“Kesehatan adalah hak semua warga. Kita akan penuhi pendataan dan kesiapan sarana. Jangan ada lagi cerita warga yang sakit tidak terlayani,” tegas Bupati.
Peringatan Hari Perawat Internasional ini menjadi pengingat bahwa tenaga kesehatan, terutama perawat, bukan hanya pelayan medis di fasilitas kesehatan, tapi juga pendidik dan pelindung masyarakat. Dengan semangat kolektif, Bone menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang pemberdayaan dan pencegahan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. (*)



Tinggalkan Balasan