BONE–Bupati Bone terpilih, H. Andi Asman Sulaiman, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Bertempat di Desa Unra, Kecamatan Awangpone, ia membagikan 27 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk para petani. Program ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan 100 hektare lahan tidur yang selama ini tidak tergarap maksimal.

Penyerahan secara simbolis bantuan mobil traktor kepada Plt Kadis TPHP Bone Nurdin, SP., M.Si disaksikan oleh Bupati Bone terpilih H. Andi Asman Sulaiman

Acara penyaluran bantuan ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Dandim 1407 Bone Letkol Inf. Moch. Rizqi Hidayat Djohar, Wakapolres Bone, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone Nurdin, SP., M.Si, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Bone Dr. Ir. Khalil Syihab, MT, Plt. Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bone Edy Saputra Syam, SSTP., M.Si, Ketua Komisi II DPRD Bone Andi Muh. Idris Alang, serta para camat dan kepala OPD terkait.

Alsintan yang disalurkan berupa traktor roda empat, yang akan difungsikan dalam program brigade pangan sekaligus optimalisasi lahan (Oplah). Bupati Bone Terpilih menegaskan bahwa bantuan ini harus digunakan secara maksimal agar lahan tidur di sepanjang Desa Unra dan Kajuara dapat diubah menjadi lahan produktif.

“Kita sudah siapkan benih jagungnya, gratis untuk petani. Kalau perlu, pupuknya juga kita siapkan,” ujar Andi Asman di hadapan para petani yang hadir. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dalam memanfaatkan bantuan ini. “Jangan main-main dengan bantuan ini. Kalau ada yang menyalahgunakan, saya akan tarik kembali. Jadi buatkan pernyataan siap bekerja berkelompok.”

Selain itu, untuk mengatasi kendala utama petani, yaitu ketersediaan air, Bupati Bone terpilih juga menyumbangkan tiga unit bor celup. Ia meminta PLN untuk memasang jaringan listrik guna mendukung operasional sumur bor ini. “Yang penting hidup ini kita punya lokasi. Semua potensi yang kita belanjakan harus diserahkan ke petani,” tegasnya.

Bantuan Alsintan yang disalurkan pada kesempatan ini merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Menteri Pertanian, H. Andi Amran Sulaiman, dengan total nilai mencapai Rp 10 miliar. Untuk memastikan implementasi program berjalan lancar, Andi Asman telah membentuk brigade pangan yang akan berposko langsung di lokasi, memberikan pendampingan kepada petani dalam proses cocok tanam, terutama untuk komoditas jagung.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi luar biasa untuk kesejahteraan petani kita,” ujarnya.

Camat Awangpone, Andi Kamaluddin, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pertanian di wilayahnya.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Semoga kita bisa mencapai target ketahanan pangan,” katanya.

Dukungan juga datang dari PT Harfia Construction, yang berperan dalam penyediaan Alsintan bagi petani.

“Kami berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan dan memastikan alat yang kami sediakan dapat membantu petani menggarap lahan mereka dengan lebih efisien,” ujar perwakilan PT Harfia.

Inspirasi untuk mengoptimalkan lahan tidur ini bermula saat Bupati Bone terpilih mengunjungi Desa Kajuara pada 11 Februari 2025, usai menghadiri Musrenbang Kecamatan Barebbo. Dalam perjalanan, ia tiba-tiba meminta rombongan berhenti setelah melihat hamparan sawah yang dibiarkan terbengkalai di Desa Unra.

Saat itu, ia berdialog langsung dengan petani setempat yang mengeluhkan kesulitan air. Mereka mengandalkan air hujan untuk menggarap sawah, sehingga lahan menjadi tidak produktif dalam jangka waktu lama. Dengan adanya sumur bor dan jaringan listrik yang segera dibangun, harapan baru pun hadir bagi petani di kawasan ini.

Dengan program ini, diharapkan lahan yang sebelumnya tidak tergarap dapat kembali subur, mendukung swasembada pangan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bone. Langkah konkret yang diambil Andi Asman menjadi bukti nyata bahwa pertanian tetap menjadi sektor prioritas dalam pembangunan daerah. (*)