BONE– Di balik geliat pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Bone, tersimpan satu kunci penting yang terus dijaga oleh Dinas Pariwisata: kekompakan dan kebersamaan. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bone, H. Barham Bahtiar, ST., MM, semangat kebersamaan itu tidak hanya menjadi jargon, tetapi diwujudkan dalam berbagai inovasi sederhana namun bermakna.

Seperti yang terlihat pada Rabu, 04 Februari 2026, suasana kekeluargaan tampak kental di lingkungan Dinas Pariwisata Kabupaten Bone. Seluruh pegawai berkumpul dalam kegiatan Makan Bersama D’Paris (MBD), sebuah program rutin yang digelar setiap Rabu pada minggu pertama setiap bulan.

Dalam kegiatan ini, para pegawai membawa bekal makanan masing-masing dari rumah. Tanpa sekat jabatan, semua duduk bersama, saling berbagi hidangan dan cerita. Bagi Dinas Pariwisata, kebersamaan di meja makan ini diyakini mampu mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kerja tim dalam menjalankan tugas pelayanan publik, khususnya di bidang kepariwisataan.

Tidak berhenti di situ, budaya kebersamaan juga terus dipupuk melalui pertemuan awal bulan yang dilaksanakan setiap Senin, dirangkaikan dengan apel bersama. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai, termasuk para pengelola objek wisata di desa-desa, sebagai bentuk penyatuan visi dan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pengelola destinasi.

Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan wisata diwujudkan lewat program Sapa Tanjung, yang dilaksanakan setiap hari Jumat dengan agenda pembersihan kawasan wisata Tanjung Palette. Program ini menjadi simbol komitmen Dinas Pariwisata dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan destinasi unggulan Kabupaten Bone.

Saat ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Bone mengelola 12 objek wisata yang menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan target PAD tahun 2026 sebesar Rp925 juta. Objek wisata tersebut meliputi Tanjung Palette, Gua Mampu, Cempalagi, Makam Lapatau Matanna Tikka, Makam Petta Bettae, Makam Raja Lamuru, Bendungan Salomekko, Permandian Waetuo Kajuara, Permandian Lanca, Lagole Palongki, Bubung Paranie, dan Permandian Cinnong.

Di antara destinasi tersebut, Tanjung Palette menjadi penyumbang PAD terbesar. Destinasi ini bahkan pernah mencatatkan pendapatan hingga Rp507 juta, disusul Permandian Waetuo Kajuara sebesar Rp53 juta, Gua Mampu Rp46 juta, serta Permandian Lanca Rp22 juta.

Melalui pendekatan yang mengedepankan kekeluargaan, disiplin, dan kepedulian lingkungan, Dinas Pariwisata Kabupaten Bone optimistis mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Dari meja makan sederhana hingga destinasi unggulan, semua dirangkai dalam semangat kebersamaan demi pariwisata Bone yang semakin maju. (*)