BONE–Kabupaten Bone kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sepanjang Januari hingga November 2025, daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan ini mencatat produksi beras sebesar 524.589 ton, menempatkan Bone sebagai penghasil padi tertinggi keempat nasional sekaligus penyumbang utama ketahanan pangan Indonesia.

Capaian gemilang tersebut tidak berdiri sendiri. Di balik keberhasilan petani Bone, terdapat sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang bergerak bersama mengawal program swasembada pangan nasional.

Peran aktif Polres Bone dan jajaran TNI Korem 141/Toddopuli serta Kodim 1407/Bone dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas, mendampingi petani, hingga memastikan program pertanian berjalan optimal di lapangan. Mulai dari pendampingan tanam, pengamanan distribusi pupuk, hingga menjaga kondusivitas wilayah sentra produksi, semua dilakukan secara terpadu.

Atas dedikasi tersebut, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan kepada Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, S.Sos., M.M., Dandim 1407/Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, dan Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata mendukung pencapaian swasembada pangan tahun 2025.

Rencananya, penghargaan prestisius tersebut akan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, pada acara Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026. Presiden akan didampingi Menteri Pertanian RI, H. Andi Amran Sulaiman, dalam penyerahan penghargaan tersebut.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada jajaran TNI dan Polri atas dukungan penuh yang diberikan selama ini.

“Terima kasih kepada Dandim Bone dan Kapolres Bone. Alhamdulillah, berkat dukungan dan support TNI–Polri, Bone bisa meraih capaian produksi beras/padi tertinggi keempat nasional,” ujar Bupati.

Ia juga menegaskan peran strategis Danrem dalam menggerakkan semangat dan perlindungan terhadap petani.

“Terima kasih juga kepada Bapak Danrem Bone. Atas dukungan beliau, petani kita bisa mencapai produksi padi tertinggi. Ini bukti bahwa kolaborasi adalah kunci,” tambahnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan petani dan pemerintah daerah semata, melainkan hasil kerja kolektif seluruh elemen bangsa. Dari sawah-sawah Bone, semangat gotong royong itu kini berkontribusi langsung bagi kedaulatan pangan Indonesia. (*)