BONE–Momentum Tudang Sipatangngareng menjadi ajang diskusi yang berharga antara Menteri Pertanian RI, para akademisi, serta perwakilan rakyat mengenai berbagai kendala yang dihadapi masyarakat Bone, khususnya di sektor pertanian Senin, 01 April 2025. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, secara langsung mendengarkan berbagai permasalahan yang dihadapi petani dan memberikan solusi secara cepat dan tegas.

Ketua Komisi II DPRD Bone, Andi Muh. Idris Alang, yang juga hadir dalam diskusi tersebut, mengungkapkan pengalamannya selama hampir 20 tahun di Komisi Pertanian. Ia menjelaskan bahwa dahulu, setiap musim tanam, keluhan petani mengenai kelangkaan pupuk bersubsidi sangat mendominasi. Namun, kondisi tersebut kini telah berubah drastis. Saat ini, pupuk sudah berlimpah hingga pengecer yang justru mengejar petani untuk segera mengambil pupuknya. Selain itu, harga gabah di musim panen juga telah mengalami perbaikan, dengan Bulog mampu menyerap gabah petani pada harga Rp6.500 per kilogram.

Namun, di tengah kelimpahan pupuk dan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang semakin meningkat, terdapat permasalahan baru yang mencuat, yakni anjloknya harga jagung. Harga yang telah ditetapkan pemerintah seharusnya berada di angka Rp5.500 per kilogram, tetapi kenyataannya harga jagung di Bone hanya sekitar Rp3.000 per kilogram. Kondisi ini jelas sangat merugikan petani.

Mendengar keluhan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons dengan cepat. Tanpa ragu, ia langsung mengundang Kepala Bulog Bone untuk tampil di hadapan para guru besar dan anggota DPRD Bone. Dalam dialog singkat namun tegas, Mentan menanyakan kesiapan Bulog dalam menyerap jagung petani sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Bagaimana Bulog Bone, gudang ada?” tanya Andi Amran.

“Siap, ada,” jawab Kepala Bulog Bone.

“Uang ada?”

“Ada.”

“Kalau begitu, segera serap jagung petani sesuai harga yang ditetapkan pemerintah,” tegas Mentan.

Instruksi tersebut langsung menjadi solusi instan bagi petani Bone yang mengalami kesulitan akibat rendahnya harga jagung. Dengan keputusan cepat ini, diharapkan kesejahteraan petani di Bone dapat meningkat dan roda perekonomian di sektor pertanian semakin stabil. Tudang Sipatangngareng kali ini benar-benar menjadi momentum penting bagi para petani, akademisi, dan pemerintah dalam mencari solusi konkret bagi permasalahan pertanian di Bone. (*)