BONE–Bone kini memiliki pemimpin baru, H. Andi Asman Sulaiman (AAS), yang dikenal sebagai birokrat yang sederhana, dekat dengan masyarakat, dan diyakini mampu menghadirkan pemerintahan berkualitas. Terlahir dari keluarga dengan latar belakang militer, AAS adalah putra dari Andi Sulaiman, seorang figur yang menginspirasi kesederhanaan hidup sejak dini.

Meniti karir dari nol, perjalanan panjang Andi Asman dimulai sebagai Lurah Majang, Sekcam Bengo, dan Camat Barebbo. Kepemimpinannya yang solid dan visioner menarik perhatian Bupati Bone saat itu, H. Andi Fahsar M. Padjalangi, yang mempercayakan AAS sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan hingga Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan.

Dikenal luas sebagai “Sahabat Wong Cilik,” AAS tak pernah berubah meski menduduki berbagai jabatan strategis. Ia tetap dekat dengan masyarakat, terutama petani, kelompok yang sangat ia pahami kebutuhannya. Dalam setiap pertemuan, ia selalu menyapa warga dengan hangat, mendengarkan keluhan mereka, dan mencari solusi yang nyata.

Kedekatan ini mencerminkan jiwanya yang menjunjung tinggi nilai pangadereng, budaya adat yang menekankan penghormatan dan sopan santun. Bahkan, kepada H. Andi Fahsar M. Padjalangi, mantan Bupati Bone yang memiliki andil besar dalam karirnya, AAS tetap memanggilnya “bupatiku” sebagai bentuk rasa hormat.

Menurut Rahman Arif, seorang praktisi sosial, AAS adalah perpaduan kepemimpinan sederhana seperti Presiden Joko Widodo dan ketegasan seperti Presiden Prabowo Subianto. “Beliau tahu betul kebutuhan masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian. Itu menjadi keunggulan utama beliau,” ujar Rahman.

Selama karirnya, AAS telah melahirkan banyak inovasi dan prestasi. Salah satu yang paling membanggakan adalah program Layar Hatiku, sebuah inovasi pelayanan berbasis teknologi yang mendapatkan Satyalancana dari Presiden RI. Program ini menjadi bukti nyata visi dan kualitas kepemimpinan Andi Asman.

Sebagai Bupati Bone, AAS berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan yang melayani dan berpihak kepada rakyat. Karakternya yang sederhana, tegas, dan inovatif menjadi modal utama dalam mengelola pemerintahan yang berkualitas.

Bone kini memasuki era baru di bawah kepemimpinan Andi Asman Sulaiman, sosok yang selalu menjadi sahabat masyarakat kecil. Dengan berbagai pengalaman dan prestasi yang telah ia ukir, masyarakat Bone optimis akan melihat perubahan positif yang berkelanjutan.

Kesederhanaan adalah nilai yang menjadi dasar perjalanan hidup Andi Asman Sulaiman, Bupati Bone terpilih periode 2024-2029. Lahir di Bakunge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, pada 4 Juni 1978, Andi Asman berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Andi Sulaiman, seorang Babinsa, mengajarkannya tentang kerja keras sejak dini.

“Saya lahir dan besar di desa. Dari kecil hingga SMA, saya membantu orang tua bertani. Orang tua selalu menanamkan semangat kerja keras, karena kami sadar bukan dari keluarga yang mampu secara ekonomi saat itu,” kenang Andi Asman.

Pengalaman hidup di desa, jauh dari hiruk-pikuk kota, telah menempa Andi Asman menjadi pribadi yang tangguh, santun, dan sederhana. Ia tidak pernah membedakan perlakuan kepada siapa pun, meski kini menyandang jabatan tertinggi di Bone. “Bahkan sekarang, jika ada yang menghubungi, saya usahakan selalu mengangkat. Karena niat saya satu: ingin mengabdi dan bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya.

Kesederhanaan itu pula yang membuatnya dekat dengan rakyat. Tidak heran, ia digadang-gadang sebagai pemimpin yang membumi. “Saya ingin Bone ini disegani, menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia Timur selain Makassar,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Bersama wakilnya, Andi Akmal Pasluddin, Andi Asman mengusung visi besar: mewujudkan Kabupaten Bone yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan. Visi ini diwujudkan melalui misi-misi strategis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memeratakan pembangunan, dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Salah satu fokus kami adalah pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan. Ini termasuk penyediaan sarana prasarana berkualitas, ramah lingkungan, serta peningkatan daya saing daerah untuk kesinambungan pembangunan,” jelas Andi Asman.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mencapai tujuan bersama. “Saya percaya, Bone memiliki potensi luar biasa. Dengan kebersamaan, kita bisa membawa daerah ini menjadi contoh pembangunan yang berkelanjutan,” katanya penuh keyakinan.

Andi Asman menyadari bahwa tanggung jawab sebagai Bupati Bone bukanlah tugas ringan. Namun, ia percaya dengan semangat kerja keras dan kesederhanaan yang telah menjadi bagian dari dirinya, semua tantangan dapat diatasi.

“Harapan saya, Bone menjadi rumah yang nyaman untuk semua. Bukan hanya untuk kita yang tinggal di sini, tapi juga menjadi kebanggaan bagi orang-orang Bone di mana pun mereka berada,” pungkasnya.

Dengan perjalanan hidup yang penuh inspirasi, Andi Asman Sulaiman adalah bukti bahwa kesederhanaan dan kerja keras mampu membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan. Kini, ia bertekad menjadikan Bone sebagai daerah yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan. (*)