
BONE–Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam menuntaskan persoalan sosial kembali ditegaskan. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM bersama Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM memimpin langsung Rapat Progres Tim Terpadu Penanganan Masalah Sosial yang meliputi kemiskinan, stunting (gizi buruk), perkawinan anak, serta anak tidak sekolah.
Rapat strategis ini digelar di Aula Lateya Riduni, Sabtu, 10 Januari 2026, dan dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para Camat, serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bone. Kehadiran lintas sektor tersebut menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan penanganan masalah sosial sebagai kerja kolaboratif dan terukur.
Ketua Tim Terpadu, Dr. Ade Fariq Ashar, S.STP., M.Si, dalam laporannya memaparkan kondisi existing data Kabupaten Bone yang masih membutuhkan perhatian serius. Prevalensi stunting (gizi buruk) yang ditargetkan nol persen, berdasarkan data terakhir tahun 2024, masih berada pada angka 26 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan tercatat 9,58 persen, dengan kemiskinan ekstrem 0,43 persen.
Di sektor pendidikan, tantangan tak kalah besar. Jumlah anak tidak sekolah masih mencapai 15.080 anak, sedangkan perkawinan anak tercatat sebanyak 99 kasus. Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bone berada pada angka 70,01 persen.
Menurut Dr. Ade Fariq, apabila persoalan-persoalan tersebut mampu diatensi dan ditangani secara tepat, tidak hanya akan mendukung terwujudnya visi dan misi Bupati Bone “Maberre”, tetapi juga berpotensi besar menghadirkan dana fiskal tambahan bagi daerah.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman memberikan penekanan tegas pada satu hal mendasar: data yang akurat.
“Yang terpenting adalah siapkan data by name by address. Kita ingin data yang benar-benar akurat. Data yang tidak jelas akan menyulitkan kebijakan,” tegas Bupati.
Ia menekankan bahwa terdapat dua aksi utama yang harus berjalan beriringan, yakni pencegahan dan penanganan. Setiap OPD diminta menyusun rekomendasi yang jelas, agar pemerintah daerah dapat memastikan bentuk program yang tepat, terukur, dan menyentuh langsung sasaran.
“Setelah itu kita anggarkan dana agar benar-benar tepat sasaran,” lanjutnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Bone juga menyampaikan apresiasi terhadap unsur keuangan daerah, sekaligus menjanjikan perhatian khusus bagi Tim Terpadu, termasuk dukungan seragam khusus dan operasional.
“Saya pastikan tim ini yang berhasil,” ujar Bupati dengan penuh keyakinan.
Rapat tersebut menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor, sekaligus penegasan bahwa penanganan kemiskinan, stunting, dan masalah sosial lainnya di Kabupaten Bone tidak lagi berbasis asumsi, melainkan pada data valid, program terarah, dan komitmen kepemimpinan yang kuat. (*)



Tinggalkan Balasan