BONE–Suasana berbeda tampak di Rumah Jabatan Komandan Kodim 1407/Bone, Kecamatan Tanete Riattang, Jumat, 16 Mei 2025. Ratusan tukang becak berjejer rapi, bukan untuk berebut penumpang, melainkan menanti senyum dan uluran tangan penuh kehangatan dari Dandim 1407/Bone, Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus.

Dengan mengenakan pakaian santai dan senyum yang tak pernah lepas, Letkol Laode Muhammad Idrus bersama sang istri, Fitrianti Laode yang juga Ketua Persit KCK Cabang XXV Kodim 1407—mengawali kegiatan dengan cara yang tak biasa: mengayuh becak dari Makodim menuju Rumah Jabatannya. Konvoi ini bukan sekadar simbolis. Di sepanjang jalan, Dandim menyapa warga, menebar semangat, sekaligus menunjukkan kedekatan nyata antara TNI dan rakyat.

Di halaman Rujab, paket-paket sembako telah disusun rapi. Hari itu, bukan hanya bantuan materi yang dibagikan, tetapi juga harapan dan rasa dihargai kepada para pejuang jalanan—para tukang becak yang kerap luput dari perhatian.

Wajah-wajah lelah yang sehari-hari terbakar panas dan debu kota, kini berseri. “Terima kasih Pak Dandim. Kalau bukan karena kegiatan Jumat Berkah dari Kodim, mungkin kami sudah tidak punya penumpang. Sekarang kami mulai diperhatikan. Terima kasih banyak,” ungkap Beddu, seorang tukang becak yang tak bisa menyembunyikan haru.

Bagi sebagian besar dari mereka, sehari-hari mengayuh becak tidak selalu menjanjikan rupiah. Satu penumpang pun sudah menjadi rezeki besar. Namun hari itu, mereka tidak hanya mendapatkan sembako, tetapi juga semangat baru.

Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rasa syukur dan bentuk komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat, tak hanya dalam tugas negara, tetapi juga dalam sentuhan kemanusiaan.

“Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk membantu sesama. Ini juga bentuk silaturahmi kita dengan masyarakat, mempererat hubungan TNI dan rakyat,” ujarnya dengan penuh harap.

Jumat itu, roda becak tak sekadar berputar mengantar penumpang, tapi menjadi saksi dari kepedulian seorang pemimpin terhadap warganya. Dan bagi para tukang becak, mungkin ini bukan soal sembako semata, tetapi tentang harga diri yang kembali dihargai. (*)