BONE–Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM, turun langsung memantau harga komoditas di Pasar Sentral Tradisional Bajoe pada Selasa (25/3). Kegiatan ini didampingi oleh Pj. Sekda Bone selaku Ketua Tim Inflasi Daerah, Dandim 1407/Bone, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam pemantauan tersebut, Bupati Andi Asman tidak hanya mengecek harga bahan pokok, tetapi juga menanyakan langsung kepada pedagang mengenai asal komoditas yang mereka jual. Dari hasil tinjauan, diketahui bahwa bawang merah yang dijual di Pasar Bajoe berasal dari Bantaeng dan Enrekang, sementara wortel dan kol juga didatangkan dari luar daerah.

Menanggapi kondisi ini, Bupati segera menginstruksikan Bidang Hortikultura untuk mengambil langkah strategis guna meningkatkan produksi komoditas lokal.

“Segera lakukan cluster wilayah yang bisa menjadi pusat pengembangan budidaya bawang dan sayuran. Kita ingin, komoditas yang tersedia di pasar tradisional ini berasal dari daerah sendiri, termasuk telur dan bahan pokok lainnya,” tegas Bupati.

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mengurangi ketergantungan pada pasokan luar serta mendorong pertumbuhan ekonomi petani dan peternak lokal. Dengan intervensi yang tepat, diharapkan produksi komoditas hortikultura Bone dapat meningkat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar daerah sendiri.

Pemantauan harga pasar ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di Kabupaten Bone. (*)