BONE–Malam ini menjadi babak penting bagi enam kandidat Dewan Pengawas (Dewas) dan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Manurung Kabupaten Bone. Para kandidat menjalani tes wawancara yang dilaksanakan di ruang kerja Rumah Jabatan Bupati Bone Sabtu, 28 Desember 2024. Tahapan ini dirancang untuk menjaring individu yang memiliki visi, kompetensi, dan integritas tinggi dalam memimpin salah satu institusi strategis di Bone.
Ketua Sekretariat Panitia Seleksi (Pansel), Andi Yusrie Maesal, menyebutkan bahwa wawancara malam ini menjadi penentu dalam seleksi yang ketat. “Wawancara ini akan menguji kemampuan komunikasi, pemahaman kandidat terhadap pengelolaan air bersih, serta komitmen mereka terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurut Andi Yusrie, pelayanan air bersih adalah kebutuhan mendasar masyarakat, sehingga diperlukan pemimpin yang visioner dan berdedikasi.
Proses ini merupakan kelanjutan dari seleksi administratif dan tes tertulis yang telah dilewati para kandidat sebelumnya. Bahtiar Parenrengi, anggota Panitia Seleksi, mengungkapkan bahwa malam ini enam kandidat diuji. “Ada tiga calon untuk Dewan Pengawas dan tiga calon untuk Direktur PDAM. Setiap kandidat akan diberikan waktu untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Penjabat Bupati Bone,” jelasnya.
Masyarakat Bone menyimpan harapan besar terhadap proses seleksi ini. Dengan Dewas dan Direksi yang baru, diharapkan PDAM Wae Manurung dapat menjadi institusi yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
“Proses seleksi ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk memastikan tata kelola perusahaan daerah yang transparan dan akuntabel. Kami berharap individu yang terpilih benar-benar mampu membawa perubahan positif,” tambah Bahtiar.
Hasil tes wawancara ini akan diumumkan dalam waktu dekat setelah evaluasi mendalam oleh Pansel. Dengan kehadiran Dewas dan Direksi yang kompeten, diharapkan PDAM Wae Manurung dapat terus meningkatkan kinerja dan mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Bone.
Seiring dengan tantangan pengelolaan sumber daya air yang semakin kompleks, kandidat terpilih diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan profesionalisme tinggi. Selain menjamin ketersediaan air bersih, mereka juga dituntut untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya air untuk generasi mendatang.
Proses ini menegaskan pentingnya peran institusi lokal seperti PDAM dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas. Dengan seleksi yang transparan dan kredibel, Pemerintah Kabupaten Bone telah menunjukkan langkah maju dalam membangun kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan. (*)



Tinggalkan Balasan