BONE–Hari ini, Rabu (27/11), masyarakat Kabupaten Bone menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahunan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Bone periode 2024-2029. Sejak pagi, antusiasme warga terlihat dengan antrean tertib di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di berbagai wilayah.
Tak terkecuali Andi Asman Sulaiman, Calon Bupati Bone nomor urut 3 dari pasangan BerAmal. Ia turut menunaikan hak pilihnya di TPS 9, Kelurahan Sambaloge, Kecamatan Tanete Riattang, yang tak jauh dari kediamannya. Didampingi sang istri, Hj. Maryam, Andi Asman berjalan kaki menuju TPS, mengenakan kopiah hitam, kemeja putih, dan celana kain hitam, memancarkan aura tenang dan percaya diri.
Tepat pukul 08.00 WITA, pasangan ini memberikan suara mereka, mencerminkan komitmen terhadap demokrasi. Setelah mencoblos, mereka kembali ke rumah dengan berjalan kaki, menyapa warga di sepanjang jalan.
“Alhamdulillah, saya telah menunaikan kewajiban sebagai warga negara bersama istri saya,” ujar Andi Asman saat ditemui awak media. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas proses Pilkada yang berlangsung aman dan tertib. “Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak, mulai dari KPU, Bawaslu, aparat keamanan, hingga masyarakat yang telah menjaga kondusivitas penyelenggaraan Pilkada ini,” tambahnya.
Lebih jauh, Andi Asman berharap proses demokrasi ini menjadi awal dari perubahan positif bagi Bone. “Jika kami diberikan amanah untuk memimpin, maka kemenangan ini bukan hanya milik kami, tetapi milik seluruh masyarakat Bone,” tegasnya dengan senyum optimis.
Hj. Maryam, istri Andi Asman, juga membagikan perasaannya setelah mencoblos. “Alhamdulillah, prosesnya lancar. Terima kasih kepada masyarakat Bone yang telah berpartisipasi. Tidak ada rasa gugup, hanya rasa syukur atas dukungan dan doa dari semua pihak,” ucapnya sambil tersenyum hangat.
Pilkada Bone 2024 menjadi simbol kuatnya partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah. Suasana kondusif yang terjaga sejak pagi hingga siang menjadi cerminan kedewasaan politik warga Bone. Hari ini, suara rakyat menjadi penentu masa depan Kabupaten Bone, sebuah momentum berharga bagi demokrasi lokal. (*)



Tinggalkan Balasan