BONE — Pengabdian bagi seorang aparatur negara tidak selalu berakhir ketika seragam ASN dilepas. Nilai pengabdian justru dapat menemukan ruang baru untuk terus dilanjutkan, dalam bentuk yang lebih luas dan dengan tanggung jawab yang semakin besar.
Pesan itu terasa dalam kehadiran Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., pada acara pelantikan dan pengukuhan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Ponre Kabupaten Bone periode masa bakti 2026–2031.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Jumat (11/9/2026), tersebut bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Di balik momentum itu, terselip penghormatan terhadap panjangnya pengabdian para purnabakti ASN yang telah menghabiskan sebagian hidupnya untuk melayani masyarakat.
Sebelum mendapat amanah memimpin Kabupaten Bone, Andi Asman terlebih dahulu menapaki panjangnya jalan birokrasi. Kariernya sebagai ASN bahkan dimulai dari golongan II/A. Dari titik awal tersebut, ia perlahan meniti jenjang demi jenjang hingga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan.
Perjalanan itu membawanya dari jabatan Sekretaris Lurah, Lurah, Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Camat, hingga menjadi kepala dinas. Dua jabatan eselon II.b juga pernah dipercayakan kepadanya. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, sebelum kemudian dimutasi dan dipercaya sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone.
Jejak tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidup Andi Asman. Dari birokrasi tingkat bawah hingga menduduki posisi pimpinan perangkat daerah, ia mengalami langsung bagaimana roda pemerintahan bekerja, bagaimana kebijakan diterjemahkan menjadi pelayanan, serta bagaimana seorang aparatur dituntut untuk hadir di tengah masyarakat.
Pengalaman panjang itu pula yang kemudian menjadi bekal ketika dorongan untuk mengabdikan diri dalam ruang pengabdian yang lebih luas membawanya melepas status sebagai ASN dan maju dalam kontestasi politik untuk mendapatkan amanah sebagai Bupati Bone.
Kini, ketika hadir di tengah para purnabakti ASN, ada semacam pertemuan dua generasi dalam satu ruang pengabdian. Para anggota PWRI merupakan mereka yang telah menyelesaikan masa kedinasannya setelah puluhan tahun mengabdi. Sementara Andi Asman merupakan mantan birokrat yang kini melanjutkan pengabdiannya melalui jalur kepemimpinan daerah.
Pelantikan dan pengukuhan Pengurus PWRI Kecamatan Ponre periode 2026–2031 pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali keberadaan organisasi tersebut di tingkat kecamatan. PWRI yang menjadi wadah berhimpunnya para purnabakti Aparatur Sipil Negara diharapkan tidak berhenti sebagai ruang silaturahmi. Organisasi ini juga diharapkan terus memainkan peran dalam membangun kepedulian sosial serta memberikan kontribusi pemikiran dan pengalaman bagi pembangunan daerah.
Kehadiran Bupati Bone sekaligus menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Bone terhadap para purnabakti yang telah memberikan pengabdian bagi bangsa, negara, dan masyarakat.
Sebab, pengalaman para pensiunan birokrat sesungguhnya merupakan aset sosial yang tidak ternilai. Puluhan tahun berada di dalam pemerintahan membuat mereka memiliki pengetahuan, pengalaman, serta pemahaman tentang berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan daerah.
Karena itu, keberadaan PWRI diharapkan dapat menjadi jembatan antara pengalaman masa lalu dan kebutuhan pembangunan masa kini. Pelantikan pengurus baru menjadi awal bagi PWRI Kecamatan Ponre untuk memperkuat organisasi sekaligus membuka ruang kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.
Kehadiran Bupati Bone bersama jajaran pemerintah daerah juga menunjukkan bahwa hubungan antara pemerintah dan para purnabakti tidak berhenti ketika masa kedinasan selesai.
Sebaliknya, pengabdian dapat terus berjalan dalam bentuk yang berbeda. Bagi Andi Asman, perjalanan itu barangkali menjadi pengingat tentang dari mana ia memulai semuanya. Dari seorang ASN golongan II/A, menjalani berbagai jenjang jabatan birokrasi, hingga akhirnya mendapat amanah sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bone.
Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu tentang jabatan, melainkan tentang jejak yang ditinggalkan bagi masyarakat. Dan di tengah para wredatama yang pernah melewati jalan panjang birokrasi, Andi Asman hadir bukan sekadar sebagai kepala daerah.
Ia hadir sebagai seseorang yang pernah berjalan di jalur yang sama menjadi ASN, menjalani dinamika birokrasi, dan mengabdikan diri untuk masyarakat. Kini, perjalanan pengabdian itu berlanjut dalam ruang yang berbeda, dengan tanggung jawab yang semakin besar untuk membawa Bone menuju kemajuan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua PWRI Kabupaten Bone A. Herman Sampara, yang merupakan purnabakti Kepala Bapenda Kabupaten Bone, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bone, Camat Ponre, Kapolsek Ponre, para Kepala UPT Puskesmas, para Kepala Desa, serta jajaran pengurus dan anggota PWRI Kabupaten Bone dan PWRI kecamatan se-Kabupaten Bone. (*)


Tinggalkan Balasan