BONE– Parepare menjadi saksi bagaimana semangat, disiplin, dan kekompakan berpadu menjadi prestasi gemilang. SMA Negeri 15 Bone kembali menegaskan eksistensinya di dunia kepaskibrakaan dengan meraih Juara Umum 1 pada ajang bergengsi Lomba Kepaskibrakaan GALAKSI 154 Volume 6 Tahun 2026 tingkat SMA/SMK/MA se-Sulawesi Selatan.
Di tengah persaingan ketat antar sekolah terbaik se-Sulsel, tim Paskibra SMAN 15 Bone tampil konsisten dan penuh percaya diri. Dari total 9 mata lomba yang diikuti, mereka sukses menyabet 7 medali emas dan 1 medali perak, hanya menyisakan satu kategori yang belum berhasil dimenangkan. Capaian ini bukan sekadar kemenangan, melainkan bukti nyata dari proses panjang yang penuh latihan, pengorbanan, dan tekad yang tak tergoyahkan.
Kepala UPT SMAN 15 Bone, Muhammad Tang, S.Pd., M.Pd, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Dengan penuh haru dan syukur, ia menyampaikan apresiasi atas perjuangan tim.
“Luar biasa Paskibra SMAN 15 Bone. Satu tekad, satu tujuan: prestasi dan korsa. Mereka pergi dengan tekad, dan pulang membawa kemenangan,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, kemenangan ini adalah hasil dari kolaborasi solid berbagai pihak. Peran pembina yang penuh dedikasi, pendamping yang setia mengawal proses, dukungan sponsor, serta kerja keras para anggota Paskibra menjadi fondasi kuat di balik prestasi ini. Setiap langkah, setiap aba-aba, hingga setiap gerakan yang ditampilkan di arena lomba merupakan hasil dari latihan disiplin yang ditempa dalam waktu yang tidak singkat.
Semangat “korsa” atau jiwa kebersamaan menjadi kekuatan utama tim ini. Mereka tidak hanya berlatih sebagai individu, tetapi tumbuh sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan. Itulah yang membuat penampilan mereka bukan sekadar teknis, melainkan juga penuh energi, kekompakan, dan karakter.
Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya, bahwa kerja keras, disiplin, dan kebersamaan mampu membawa hasil yang luar biasa. SMAN 15 Bone sekali lagi membuktikan bahwa mereka bukan hanya peserta, tetapi juara yang lahir dari proses yang kuat.
Dari Parepare, mereka pulang bukan hanya membawa piala, tetapi juga kebanggaan untuk sekolah, daerah, dan masa depan yang lebih gemilang. (*)


Tinggalkan Balasan