SIBULUE – Harapan baru bagi dunia pendidikan di wilayah pesisir Kabupaten Bone mulai terbangun. Ditandai dengan peletakan batu pertama revitalisasi Gedung SD Negeri 218 Maroanging, Kecamatan Sibulue, Minggu (3/5/2026), proses pemulihan pasca bencana kini memasuki tahap nyata.

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, sebagai simbol dimulainya pembangunan kembali sekolah yang sempat terdampak bencana angin puting beliung. Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Bone, Marya Andi Asman, serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam.

Revitalisasi gedung sekolah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI terhadap satuan pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana. SD Negeri 218 Maroanging menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut setelah sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan puting beliung.

Dalam sambutannya, Bupati Bone menegaskan bahwa pembangunan kembali fasilitas pendidikan bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga memulihkan semangat belajar siswa serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan.

“Revitalisasi ini harus berjalan dengan baik, tepat waktu, dan sesuai standar. Kita ingin anak-anak kita kembali belajar dengan nyaman, aman, dan penuh semangat,” ujar Andi Asman Sulaiman.

Ia juga berharap, kehadiran gedung sekolah yang lebih layak nantinya mampu menunjang proses belajar mengajar secara maksimal, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berprestasi meski pernah terdampak bencana.

Sementara itu, Plt. Kadis Pendidikan Bone menyampaikan bahwa program revitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal, terutama yang terdampak kondisi darurat.

Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat setempat menyambut positif dan penuh optimisme. Revitalisasi SDN 218 Maroanging tidak hanya menjadi proyek pembangunan fisik, tetapi juga simbol kebangkitan pendidikan di tengah ujian bencana yang pernah melanda. (*)