BONE– Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM menunjukkan satu hal yang tak pernah ia tinggalkan: menjaga kedekatan dengan Tuhan sekaligus dengan rakyatnya.

Pemandangan itu tampak jelas di Masjid Darussa’adah, Desa Passippo, Kecamatan Palakka, Jumat (24/4/2026). Seusai membuka kegiatan retret bagi para kepala OPD, kabag, dan camat di Batalyon Armed Kawali, Bupati Bone tidak langsung melanjutkan perjalanan. Saat azan Jumat berkumandang, ia memilih singgah, menunaikan shalat berjamaah bersama masyarakat.

Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar jeda. Namun bagi Bupati Bone, momen tersebut adalah ruang untuk mendekatkan diri—bukan hanya secara spiritual, tetapi juga sosial.

Usai shalat, ia tak bergegas pergi. Dengan sederhana, ia menyapa para jamaah, berdialog, dan menyampaikan arah pembangunan daerah. Di hadapan warga, ia menyampaikan bahwa dengan jumlah penduduk Bone yang mencapai sekitar 800 ribu jiwa, mustahil baginya menjangkau semua secara personal. “Makanya setiap dalam perjalanan, khususnya saat waktu shalat, saya selalu menyempatkan singgah di masjid. Di situlah saya bisa bertemu langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati membuka kegiatan retret ASN di Bengo. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan upaya membentuk kedisiplinan dan karakter aparatur. Menurutnya, ASN yang disiplin akan melahirkan pelayanan publik yang lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam pengarahannya, ia juga menyoroti sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga agar tidak merugikan petani. Kabar baiknya, Kabupaten Bone akan menjadi salah satu dari enam daerah di Indonesia yang akan memiliki pabrik pakan dan ayam terintegrasi.

“Jagung yang ditanam di Bone ke depan harus bisa dikelola juga di Bone. Ini untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Tak hanya pertanian, pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian. Ia mengungkapkan bahwa perluasan bandara di Bone akan mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi sebesar Rp30 miliar.

Di sektor pendidikan, pemerintah daerah juga tengah mendorong pembangunan sekolah rakyat bagi masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan membuka akses pendidikan yang lebih luas. Selain itu, ia juga meminta doa masyarakat untuk rencana pembangunan sekolah Taruna Nusantara di Bakunge agar dapat segera terwujud.

Kehadiran Bupati di masjid bukan sekadar simbol religiusitas, tetapi juga strategi komunikasi yang membumi. Masjid menjadi ruang dialog yang hangat, tempat aspirasi disampaikan tanpa sekat. Di sana, antara saf-saf shalat dan percakapan sederhana, terbangun jembatan antara pemimpin dan rakyatnya tanpa protokol yang kaku, tanpa jarak yang terasa jauh.

Di tengah ritme kerja pemerintahan yang terus bergerak, langkah singgah di masjid itu menjadi penanda: bahwa kepemimpinan tak selalu harus hadir di podium, tetapi juga di ruang-ruang sederhana tempat rakyat berkumpul. (*)