BONE– Menjelang Hari Raya Idul Fitri, denyut aktivitas di pasar tradisional di Kabupaten Bone semakin terasa. Pemerintah daerah pun bergerak cepat memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang.
Hasil pemantauan harga yang dilakukan pada 16 Maret 2026 di Pasar Palakka dan Pasar Bajoe menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Secara umum, harga berbagai komoditas masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Stok kebutuhan pokok pun terpantau aman dan mencukupi.
Beberapa komoditas utama seperti ikan, telur, daging sapi, minyak goreng, hingga beras masih dijual dengan harga normal. Kondisi ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang lebaran.
Namun, terdapat sedikit catatan pada komoditas cabai merah dan cabai keriting yang mengalami kenaikan harga. Meski tidak terlalu signifikan, lonjakan ini tetap menjadi perhatian pemerintah daerah karena cabai merupakan salah satu bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Merespons hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone langsung menggelar rapat tindak lanjut pada 17 Maret 2026 di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) bersama berbagai pihak terkait, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Kodim 1407/Bone, Polres Bone, Perum Bulog, hingga para camat.
Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga dan distribusi barang. Salah satunya adalah pembatasan pengeluaran komoditas tertentu seperti telur dan daging ke luar daerah. Pengawasan akan diperketat melalui pos-pos Dinas Perhubungan serta melibatkan kesepakatan dengan asosiasi peternak.
Sementara itu, untuk menekan kenaikan harga cabai, pemerintah mendorong optimalisasi penyerapan hasil panen petani lokal. Cabai dari berbagai sentra produksi di Bone akan didistribusikan langsung ke pasar guna menambah stok dan menstabilkan harga.
Langkah lain yang juga menjadi fokus adalah percepatan program Kios Tripika di tingkat kecamatan dan Tripide di desa serta kelurahan. Program ini diharapkan menjadi solusi distribusi bahan pokok yang lebih merata dan terjangkau. Dalam hal ini, Perum Bulog menyatakan kesiapan untuk menyediakan kebutuhan penting seperti minyak goreng, beras, dan gula.
Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan tidak terjadi gejolak harga yang signifikan menjelang Idul Fitri. Dengan langkah-langkah konkret yang telah disepakati, diharapkan stabilitas pasar di Kabupaten Bone tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menyambut hari raya dengan lebih tenang dan sejahtera. (*)



Tinggalkan Balasan