BONE– Suasana pagi di Bakungnge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, menghadirkan sebuah momen penuh haru dan kehangatan pada Minggu, 08 Maret 2026. Di sela aktivitas jalan paginya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman tiba-tiba dipertemukan dengan seorang sahabat lama yang sudah lama tidak ia jumpai.
Sahabat lama tersebut ternyata adalah mantan Kapolsek Lamuru yang kini tengah duduk di kursi roda karena mengalami sakit. Pertemuan tak terduga itu membuat Bupati Bone langsung menghentikan langkahnya dan meluangkan waktu untuk menyapa serta berbincang dengan sahabat lamanya.
Awalnya, sang sahabat tampak belum mengenali sosok yang menyapanya. Namun setelah berbincang sejenak dan mendengar suara serta cerita lama yang kembali diungkap, ingatan tentang kebersamaan mereka di masa lalu perlahan muncul kembali.
Wajahnya pun berubah haru. Kenangan lama yang pernah dilalui bersama kembali teringat.
Dalam suasana penuh keakraban itu, sahabat lama tersebut secara spontan meminta untuk bersua foto bersama Bupati Bone. Permintaan sederhana itu langsung dipenuhi. Momen foto bersama di pinggir jalan pagi itu menjadi simbol hangatnya persahabatan yang tidak lekang oleh waktu.
Tak hanya sekadar berbincang, Bupati Bone juga menyampaikan doa terbaik bagi sahabatnya tersebut. Ia berharap agar sahabat lamanya segera diberikan kesehatan dan kesembuhan sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Bagi Andi Asman Sulaiman, jabatan sebagai kepala daerah bukanlah penghalang untuk tetap menjaga hubungan kemanusiaan dan persahabatan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan adalah amanah untuk membawa Kabupaten Bone menjadi lebih baik, namun nilai-nilai silaturahmi tetap harus dijaga.
“Persahabatan dan silaturahmi itu penting. Jabatan hanyalah amanah. Yang paling utama adalah bagaimana kita tetap menghargai kebersamaan dan hubungan dengan sesama,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pertemuan dengan masyarakat selalu menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, terlebih jika bertemu dengan sahabat lama yang pernah berbagi cerita dan perjalanan hidup.
Momen sederhana di pagi hari itu menjadi pengingat bahwa di balik kesibukan seorang pemimpin daerah, nilai persahabatan dan kepedulian terhadap sesama tetap menjadi hal yang tidak tergantikan. Di Bakungnge, pagi itu bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang mengenang persahabatan yang tetap hidup meski waktu telah lama berlalu. (*)



Tinggalkan Balasan