BONE– Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, menyaksikan langsung hasil penetasan ayam Arab yang dikembangkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, Jumat, 27 Februari 2026. Momentum tersebut menjadi bukti awal keberhasilan program pengembangan ayam petelur skala rumah tangga yang digagas pemerintah daerah.
Di lokasi display kantor dinas, orang nomor satu di Bumi Arung Palakka itu melihat indukan ayam Arab yang telah berhasil menetas dan kini sudah mulai bertelur. Ayam-ayam tersebut merupakan hasil uji coba mesin penetas yang sebelumnya diperoleh melalui skema pinjam pakai hasil diplomasi Bupati Bone dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, di bawah naungan Kementerian Pertanian.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, drh. Agusriady, M.Anim.Sc menjelaskan, ayam Arab yang dikembangkan termasuk kategori ayam petelur unggulan.
“Awalnya kita mendapatkan fasilitas mesin penetas melalui pinjam pakai dari hasil diplomasi Bapak Bupati dengan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku Gowa. Alhamdulillah, mesin tersebut sudah bekerja optimal dan digunakan untuk menetaskan telur embrio. Dari ratusan telur yang diuji coba, berhasil menetas sekitar 50 indukan, dan saat ini sudah mulai bertelur,” jelasnya.
Menurutnya, indukan ayam Arab tersebut sengaja dipajang sebagai display di kantor agar masyarakat dapat melihat langsung potensi usaha peternakan ayam petelur skala rumah tangga.
“Kita ingin mendorong masyarakat untuk ikut beternak ayam petelur di rumah. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, khususnya protein dari telur, ini juga bisa menjadi sumber tambahan pendapatan. Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya pencegahan stunting,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bone mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan uji coba penetasan tersebut. Ia menyebut ayam Arab yang dikembangkan ini diberi nama “Ayam Maberre” sebagai simbol gerakan bersama membangun kemandirian pangan keluarga.
“Alhamdulillah, ayam Arab yang kita beri nama Ayam Maberre berhasil dikembangbiakkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Ini berawal dari alat penetas pinjam pakai dari Gowa. Kita lakukan uji coba dengan ratusan telur embrio, dan sekitar 50 berhasil menetas. Sekarang sudah menjadi indukan, berkembang, bahkan sudah menghasilkan telur,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, keberhasilan ini tidak akan berhenti pada tahap uji coba. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperbanyak populasi ayam petelur tersebut. Telur-telur yang dihasilkan indukan saat ini akan kembali ditetaskan agar jumlah ayam semakin bertambah.
“Nantinya, hasil pengembangan ini akan kita salurkan kepada warga kurang mampu, baik di desa maupun kelurahan, untuk dikembangbiakkan. Dengan begitu, kebutuhan rumah tangga mereka bisa terpenuhi, dan pada saat yang sama kesejahteraan juga meningkat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa program Ayam Maberre bukan sekadar program peternakan biasa, melainkan bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan keluarga dan pencegahan kekurangan gizi.
“Telur adalah sumber protein yang mudah diakses dan bergizi tinggi. Dengan adanya program ini, kita berharap dapat mengantisipasi stunting dan kekurangan gizi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tutupnya.
Keberhasilan penetasan ayam Arab ini menjadi langkah awal menuju gerakan peternakan rakyat berbasis rumah tangga di Kabupaten Bone sebuah ikhtiar kecil yang diharapkan berdampak besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (*)



Tinggalkan Balasan