BONE– Kabupaten Bone kembali disebut dengan nada penuh kebanggaan di level tertinggi pemerintahan nasional. Bukan tanpa alasan. Dalam suasana hangat dan emosional, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar mengungkapkan kecintaannya pada tanah kelahirannya, Bone, seraya menyoroti capaian gemilang salah satu putra terbaik daerah ini, Menteri Pertanian RI H. Andi Amran Sulaiman.

“Bone selalu saya cintai. Kabupaten Bone adalah tanah kelahiran saya. Alhamdulillah, saya bisa hadir membersamai kita semua,” ucap Menag dengan nada haru, yang langsung disambut tepuk tangan hadirin pada acara pelepasan Gerak Jalan Kerukunan yang diselenggarakan di Lapangan Merdeka Watampone.

Momentum tersebut terasa istimewa karena Menag baru saja mengikuti rapat kabinet bersama Presiden RI Prabowo Subianto hingga larut malam. Dalam rapat penting itu, kinerja sektor pertanian menjadi salah satu sorotan utama.

Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan apresiasi langsung kepada Menteri Pertanian atas capaian luar biasa di sektor pangan nasional. Target surplus pangan nasional yang sejatinya dirancang untuk dicapai dalam kurun waktu empat tahun, justru berhasil diwujudkan lebih cepat.

“Dalam rapat kabinet semalam, Bapak Presiden memberikan perhatian dan apresiasi khusus. Surplus pangan yang ditargetkan empat tahun, Alhamdulillah sudah tercapai tahun ini,” ungkap Menag.

Capaian tersebut bukan hanya prestasi nasional, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bone. Menurut Menag, keberhasilan itu menegaskan bahwa putra-putra daerah Bone mampu tampil dan berkontribusi nyata di level nasional, bahkan menentukan arah ketahanan pangan Indonesia.

Ia juga menyebut bahwa dirinya sempat mengajak para menteri asal Sulawesi Selatan, termasuk Menteri Pertanian H. Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertahanan Syafri Syamsuddin, untuk “pulang kampung”. Namun padatnya agenda negara hingga tengah malam membuat rencana tersebut belum terwujud.

“Kita rapat sampai tengah malam. Tapi semangat pulang kampung itu selalu ada,” tuturnya sambil tersenyum.

Lebih dari sekadar nostalgia, pernyataan Menag ini menjadi penegasan bahwa Kabupaten Bone bukan hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga melahirkan pemimpin-pemimpin nasional yang berprestasi dan mendapat kepercayaan Presiden.

Prestasi Menteri Pertanian dalam mengakselerasi surplus pangan menjadi simbol keberhasilan kerja kabinet Prabowo sekaligus bukti nyata kontribusi Bone bagi Indonesia. Dari tanah Bugis, lahir energi besar yang kini menguatkan fondasi ketahanan pangan nasional.

Bagi masyarakat Bone, ini bukan sekadar cerita dari rapat kabinet, melainkan kabar kebanggaan: Bone hadir, diakui, dan memberi warna kuat dalam perjalanan bangsa. (*)