BONE– Nuansa kebersamaan dan toleransi antarumat beragama terasa kental dalam Perayaan Natal Oikumene yang diselenggarakan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (LKKI) Kabupaten Bone. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Ballroom Sentosa Hotel Novena, Senin malam, 5 Januari 2026.
Salah satu sosok yang turut hadir dan menyita perhatian adalah Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Bone, Hakim Lewa. Kehadirannya menjadi simbol nyata kuatnya semangat toleransi dan persaudaraan lintas iman yang terus terjaga di Bumi Arung Palakka.
Perayaan Natal Oikumene ini juga dihadiri Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, Danyon C Pelopor Brimob, Wakapolres Bone, Kepala Inspektorat Kabupaten Bone, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Bone bersama Forkopimda menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Natal Oikumene yang digagas BAMAG LKKI Cabang Bone. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah Natal Oikumene bagi umat Kristiani yang berlangsung sejak pukul 18.30 hingga 20.20 WITA. Ibadah diisi dengan puji-pujian, doa bersama, serta khotbah Natal yang disampaikan Ketua BAMAG Sulawesi Selatan, mengajak umat untuk memperkuat iman sekaligus menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.
Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa perayaan Natal Oikumene merupakan wujud nyata kebersamaan lintas unsur, mulai dari ASN, TNI, Polri, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Ia menilai tema Natal 2025 sangat relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi saat ini. Nilai-nilai Natal diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan, sekaligus menjadi momentum refleksi dan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Natal yang penuh sukacita.
“Natal Oikumene bukan hanya perayaan iman, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta meneguhkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Bone,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PSMTI Kabupaten Bone Hakim Lewa menegaskan bahwa kehadirannya dalam perayaan Natal Oikumene merupakan bentuk nyata komitmen PSMTI dalam menjaga dan merawat toleransi antarumat beragama.
“Meski berbeda keyakinan, tali persaudaraan harus tetap terjaga. Di Kabupaten Bone, kita hidup rukun, saling menghormati, dan saling mendukung,” ungkapnya.
Perayaan Natal Oikumene malam itu pun menjadi cermin harmoninya kehidupan beragama di Kabupaten Bone, sekaligus pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus terus dirawat bersama. (*)



Tinggalkan Balasan