BONE–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone dibawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman dan H. Andi Akmal Pasluddin kembali menunjukkan komitmen kuat dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas. Sebanyak 761 Aparatur Sipil Negara (ASN) diikutsertakan dalam Uji Kompetensi yang digelar di Balai Assessment Kepegawaian Negara (BAKN) Regional Makassar, Selasa (16/12/2025).

Ratusan ASN dari berbagai jenjang jabatan tampak mengikuti tahapan assessment secara bergiliran. Uji kompetensi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian penting dari penerapan sistem merit dalam manajemen kepegawaian, sekaligus langkah strategis Pemkab Bone dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Dalam proses assessment, para ASN menjalani serangkaian penilaian yang mencakup kompetensi manajerial, sosial kultural, serta kompetensi teknis sesuai dengan jabatan masing-masing. Seluruh tahapan dilakukan secara objektif dan terukur oleh tim assessor profesional dari BAKN Regional Makassar, guna memastikan hasil penilaian yang akurat dan akuntabel.

Pelaksanaan uji kompetensi ini juga menjadi bagian dari persiapan mutasi besar-besaran di lingkungan Pemkab Bone, yang sepenuhnya akan didasarkan pada kualitas, profesionalisme, serta kesesuaian kompetensi ASN dengan jabatan yang diemban.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa uji kompetensi merupakan langkah fundamental dalam mewujudkan birokrasi yang efektif dan melayani.

“Uji kompetensi ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk memastikan birokrasi diisi oleh aparatur yang memiliki kemampuan, integritas, dan profesionalisme,” ujar Andi Asman Sulaiman.

Ia menjelaskan, hasil uji kompetensi akan menjadi basis utama pengambilan kebijakan kepegawaian, mulai dari penempatan jabatan, promosi, rotasi, hingga pengembangan karier ASN ke depan.

“Kita ingin ASN yang menduduki jabatan benar-benar sesuai dengan kompetensinya. Prinsipnya jelas, the right man on the right place,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati Bone berharap momentum uji kompetensi ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh ASN sebagai sarana evaluasi diri dan peningkatan kapasitas pribadi.

“Tantangan pelayanan publik semakin kompleks dan dinamis. ASN Bone harus siap beradaptasi, meningkatkan kinerja, serta menjaga profesionalisme dalam melayani masyarakat,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan uji kompetensi ini, Pemkab Bone menargetkan pembenahan birokrasi secara berkelanjutan dengan menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang terus digaungkan di Kabupaten Bone.