BONE–Di sebuah sudut Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, tepatnya di Jalan Besse Kajuara, tersimpan sebuah kisah tentang kebersamaan yang berbuah prestasi nasional. Tiga sekolah dasar yang berdiri berdampingan dalam Kompleks Jeppe’e berhasil memperlihatkan bahwa sinergi bukan hanya slogan, tetapi budaya yang melahirkan hasil nyata. Mereka kompak menorehkan prestasi sebagai sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

SD Negeri 23 Jeppe’e tampil sebagai bintang dengan meraih penghargaan tertinggi Adiwiyata Mandiri. Di bawah kepemimpinan Murniati, S.Pd., M.Pd., sekolah ini membuktikan bahwa konsistensi dan kepemimpinan yang menggerakkan dapat membawa sekolah mencapai level terbaik dalam program berwawasan lingkungan.

Tidak kalah membanggakan, dua sekolah lainnya SD Negeri 22 Jeppe’e yang dipimpin Juraeje, S.Pd., M.Pd., serta SD Inpres 12/79 Jeppe’e yang dinakhodai Hj. Saidah, S.Pd., M.Pd. sukses meraih predikat Adiwiyata Nasional. Ketiganya kemudian diundang oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk menerima penghargaan secara langsung, sebagai pengakuan atas komitmen mereka menjaga lingkungan dan membangun budaya sekolah yang hijau serta berkelanjutan.

Kepada penulis, ketiga kepala sekolah sepakat bahwa capaian ini tidak mungkin diraih tanpa kekompakan. Mereka hidup dan bekerja dalam satu kawasan, berbagi ruang, berbagi suasana, dan berbagi tanggung jawab moral dalam menjaga lingkungan. “Dalam satu kompleks memang harus menunjukkan kekompakan. Tidak elok kalau hanya satu sekolah yang berpredikat Adiwiyata, karena kita satu lingkungan,” ungkap mereka senada.

Mereka menegaskan, untuk meraih predikat Adiwiyata, apalagi secara bersama-sama, dibutuhkan sinergitas yang kuat mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga masyarakat sekitar. Dan itulah yang terlihat di Kompleks SD Jeppe’e: tiga sekolah, satu langkah, satu visi, satu keberhasilan.

Keberhasilan ini bukan sekadar penghargaan; ini adalah pesan kuat bahwa kerja kolaboratif dapat mengangkat potensi sebuah lingkungan pendidikan menjadi teladan nasional. Kompleks Jeppe’e kini menjadi simbol harmoni, tempat di mana kebersamaan melahirkan perubahan nyata dan keberlanjutan menjadi budaya bersama. (*)