BONE — Ratusan perempuan dari berbagai kecamatan, desa, dan kelurahan memenuhi ruangan dengan semangat yang sama memperkuat peran mereka sebagai Bunda PAUD penggerak pendidikan dan perlindungan anak usia dini di tingkat akar rumput di Gedung PKK Kamis, 04 Desember 2025.
Mereka datang menghadiri Sosialisasi dan Penguatan Kapasitas Bunda PAUD Kecamatan, Desa, dan Kelurahan Tahun 2025, sebuah program strategis yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Bone melalui Bidang Pembinaan PAUD & PNF/Kesetaraan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah yang selama ini berperan dalam penguatan sumber daya manusia.
Turut hadir Bunda PAUD Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman, Plt. Kadis Pendidikan Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, serta Plt. Kadis Pemberdayaan Masyarakat & Desa H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd. Kehadiran mereka menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi emas Bone.
Kepala Bidang PAUD & PNF/Kesetaraan, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd, dalam laporannya menegaskan bahwa penguatan kapasitas Bunda PAUD adalah bagian penting dari upaya mewujudkan Pendidikan Wajar 13 Tahun sekaligus memperkuat layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI).
“Mereka inilah garda terdepan di desa dan kelurahan,” ujarnya. “Dari mereka, kita memastikan anak-anak mendapatkan pola asuh, pendidikan, dan asupan gizi yang baik. Jika fondasi ini kuat, maka risiko stunting dapat ditekan dan kualitas SDM meningkat.”
Total 372 Bunda PAUD hadir dalam kegiatan ini sebuah angka yang menunjukkan tingginya komitmen pemerintah desa/kelurahan terhadap pendidikan anak usia dini.
Dalam pengarahannya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman secara tegas menempatkan Bunda PAUD sebagai elemen penting dalam upaya pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
“Pembangunan SDM dimulai dari masa kanak-kanak. Bunda PAUD harus adaptif dan terampil,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa Bunda PAUD tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi harus menjadi agen penyelesaian persoalan desa mulai dari kesehatan, gizi, hingga pencegahan stunting.
“Biasakan anak-anak kita makan telur kampung. Kurangi makanan siap saji. Kita ingin generasi Bone sehat, kuat, dan siap menjadi pelanjut.”
Ia pun meminta Dinas Pendidikan memberi dukungan anggaran serta mendorong camat agar aktif mendampingi Bunda PAUD di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman memberikan penekanan mendalam tentang posisi strategis Bunda PAUD dalam memastikan tercapainya layanan pendidikan usia dini yang berkualitas.
“Peran Bunda PAUD bukan hanya simbol pendamping, tetapi penggerak utama yang memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan yang layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek telah meluncurkan berbagai program prioritas seperti:
Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, Penguatan PAUD Holistik Integratif, Wajib Belajar 1 Tahun PAUD.
Dalam konteks ini, Bunda PAUD menjadi mitra strategis pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat, memastikan tidak ada praktik yang menghambat hak belajar anak.
Sosialisasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan investasi jangka panjang untuk meletakkan dasar pembangunan generasi Bone. Dengan memperkuat peran 372 Bunda PAUD, pemerintah daerah berharap seluruh anak usia dini mendapatkan layanan yang komprehensif mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, hingga perlindungan. Melalui kerja bersama, Bone ingin memastikan generasi emasnya tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. (*)



Tinggalkan Balasan