BONE–Menjelang penghujung tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bone kembali menuai hasil positif dari kerja kolaboratif dan lobi intensif yang dilakukan pemerintah daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. dan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M. duet pemimpin dengan tagline BerAamal daerah ini kembali mendapatkan dukungan anggaran pembangunan dari pemerintah pusat.

Kabar menggembirakan itu disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Ikbal, S.STP melalui Analis Kebencanaan Ahli Muda, Muhammad Nur Fajar. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat siap menyalurkan bantuan sebesar Rp38 miliar untuk pembangunan tiga jembatan yang mengalami kerusakan akibat banjir.

“Tiga titik yang akan dibangun adalah Jembatan Desa Hulo di Kecamatan Kahu, Jembatan Desa Tana Tengah di Kecamatan Palakka, dan Jembatan Desa Cege di Kecamatan Mare,” jelas Fajar.
Ia menambahkan, usulan pembangunan ini dilakukan melalui aplikasi khusus pengajuan proposal infrastruktur yang terdampak bencana. Dari lima lokasi yang diusulkan, tiga titik berhasil masuk dan diterima oleh pemerintah pusat.

Fajar menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari langkah cepat Bupati Bone pada awal masa jabatannya.
“Keberhasilan usulan ini tidak lepas dari kunjungan Bapak Bupati Bone ke BNPB RI di awal-awal kepemimpinannya. Beliau bertemu langsung dengan Kepala BNPB RI dan mendapat atensi luar biasa. Setelah itu, Bone diberikan ruang untuk mengusulkan bantuan, dan kita langsung menindaklanjutinya dengan melengkapi administrasi,” tuturnya.

Proses pengusulan berjalan mulus dan disambut baik oleh BNPB. Proposal yang diajukan pun langsung diproses hingga akhirnya dinyatakan lolos verifikasi awal.

Tahapan penguatan administrasi kini juga semakin matang. Pada Senin, 2 Desember 2025, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan lapangan untuk memverifikasi kondisi jembatan-jembatan yang diusulkan.
“BPBD Provinsi telah melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa lokasi benar-benar membutuhkan penanganan. Hasil verifikasi ini akan menjadi dasar terbitnya rekomendasi Gubernur Sulsel sebagai salah satu syarat wajib sebelum anggaran digelontorkan ke Kabupaten Bone,” terang Fajar.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, seluruh tahapan administrasi kini dinyatakan terpenuhi. Pemerintah Kabupaten Bone pun optimistis proses pencairan anggaran akan berjalan lancar.

Dengan terpenuhinya seluruh syarat, Fajar berharap tidak ada kendala lanjutan.
“Insyaallah, jika tidak ada hambatan, pembangunan ketiga jembatan tersebut sudah bisa dilaksanakan tahun depan,” ujarnya.

Pembangunan ini diharapkan bukan hanya mengembalikan fungsi infrastruktur yang terdampak banjir, tetapi juga meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, dan memperkuat ketahanan Bone dalam menghadapi bencana.

Di bawah kepemimpinan BerAamal, Bone tampak semakin menunjukkan upaya progresif dalam menjalin komunikasi efektif dengan pemerintah pusat demi percepatan pembangunan daerah. Bantuan kali ini menjadi bukti bahwa kerja cerdas, jejaring kuat, dan gerak cepat mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)