BONE–Di tengah perjalanan menuju Kota Makassar, Sabtu (9/11/2025), langkah Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., terhenti di Desa Samenre, Kecamatan Bengo. Di jalan poros Leppangeng, sebuah kabar duka memanggil perhatiannya. Seorang warga setempat meninggal dunia, dan meski tengah berada dalam agenda menuju Makassar untuk kemudian berangkat menunaikan ibadah umrah, Bupati Bone menyempatkan diri untuk hadir melayat.
Kedatangannya yang mendadak sontak menjadi perhatian warga sekitar. Tanpa protokoler yang berlebihan, Andi Asman turun dari kendaraannya dan langsung menuju rumah duka. Suasana hening menyambut. Isak tangis keluarga almarhum terasa menggetarkan hati siapa saja yang hadir.
Di hadapan keluarga yang berduka, Bupati Bone menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam. Dengan tutur lembut, ia mengajak keluarga untuk mengikhlaskan kepergian almarhum serta menerima takdir dengan ketabahan.
“Inilah bagian dari kehidupan. Kita semua akan kembali kepada-Nya. Insyaallah almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga diberi kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone ini menjadi simbol nyata kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakatnya. Bukan karena jabatan atau sekadar formalitas, tetapi panggilan hati sebagai sesama hamba Allah yang berkewajiban saling mendukung, terutama di saat duka.
Bagi sebagian warga, kunjungan ini bukan hal yang biasa. Jarang terlihat seorang pemimpin yang rela menghentikan perjalanan dinas, terlebih saat bersiap untuk menunaikan ibadah umrah, hanya untuk sekadar hadir memberikan doa dan menguatkan keluarga yang berduka.
Andi Asman sendiri menegaskan bahwa melayat bukanlah kegiatan seremonial, tetapi bagian dari pelayanan kemanusiaan sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyatnya.
“Ini adalah kewajiban, bukan hanya sebagai Bupati, tetapi sebagai sesama Muslim. Kita harus hadir di tengah masyarakat, baik dalam suasana suka maupun duka. Ini bagian dari pelayanan dan ketulusan,” tuturnya.
Kunjungan singkat namun bermakna itu meninggalkan kesan mendalam bagi warga Desa Samenre. Di perjalanan menuju Makassar, Bupati Bone telah menunjukkan bahwa pemimpin sejati bukan hanya hadir dalam rapat dan panggung formal, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan sentuhan empati dan kehadiran hati. (*)



Tinggalkan Balasan