BONE — Suasana penuh semangat menyelimuti Aula Utama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone pada Ahad, 5 Oktober 2025. Sebanyak 350 mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah angkatan 2024 mengikuti kegiatan Pembinaan Karakter, Soft Skill, dan Hard Skill yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Sarifa Suhra, S.Ag., M.Pd.I.

Kegiatan ini menjadi istimewa karena menghadirkan pemateri nasional berkaliber internasional, yaitu Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI (melalui Zoom Meeting), serta Dr. H. Mulawarman Hannase, Lc., M.A.Hum., dosen tetap Pascasarjana Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia sekaligus Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Masjid Istiqlal Jakarta. Sosok yang kerap bolak-balik ke luar negeri ini dikenal luas karena kiprahnya dalam pengembangan lembaga pendidikan dasar, pesantren, dan kader ulama Masjid Istiqlal.

Dalam sambutannya, Prof. Sarifa Suhra menjelaskan bahwa pembinaan ini akan berlangsung selama empat hari—dua hari untuk mahasiswa penerima KIP angkatan 2024 dan dua hari berikutnya untuk angkatan 2023. “Kegiatan ini bertujuan menguatkan karakter mulia mahasiswa sekaligus menanamkan soft skill dan melatih hard skill agar mereka menjadi insan berprestasi, baik akademik maupun non-akademik, serta siap menghadapi dunia kerja dengan kemampuan multi talenta,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Mulawarman Hannase dalam materinya menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan teknis dan kemampuan sosial. “Banyak orang yang saat kuliah biasa-biasa saja, tetapi menjadi luar biasa ketika memasuki dunia kerja. Hal itu karena mereka memiliki soft skill yang baik, didukung oleh hard skill yang mumpuni,” tuturnya.

Menurutnya, hard skill yang wajib dimiliki mahasiswa meliputi:

Penguasaan keilmuan sesuai bidang studi yang digeluti.

Kemampuan berbahasa asing, terutama Arab dan Inggris, agar dapat melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3 di luar negeri.

Sedangkan soft skill yang perlu dikembangkan mencakup:

Keterampilan sosial, kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, dan beradaptasi di berbagai lingkungan.

Karakter mulia, seperti sopan santun, kejujuran, integritas, kerja keras, loyalitas, keberanian, dan tanggung jawab.

Sementara itu, Gurutta Dr. H. Basnang Said menekankan pentingnya berorganisasi sebagai sarana melatih soft skill. “Dalam organisasi, kita belajar mengurus orang, bukan mau diurus. Di sana juga ditempa kemampuan membangun jaringan dan berinteraksi. Siapapun, bahkan pedagang sekalipun, butuh soft skill. Tidak ada yang sukses tanpa keterlibatan orang lain,” pesannya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memperkuat hard skill melalui belajar tekun, mengikuti pelatihan, dan terus memperluas wawasan, serta tidak melupakan akhlakul karimah sebagai pondasi utama kesuksesan.

Kegiatan pembinaan ini menjadi bukti komitmen IAIN Bone dalam membentuk mahasiswa penerima KIP Kuliah yang unggul secara akademik, tangguh secara mental, serta berakhlak mulia sebuah kombinasi ideal menuju generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)