WATAMPONE – Bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bone Jalan Petta Ponggawa, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Selasa (24/2/2026), menjadi saksi pertemuan penting antara jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone dan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman. Audiensi yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah strategis membangun fondasi data bagi arah pembangunan daerah.

Kepala BPS Kabupaten Bone bersama staf dan jajarannya disambut langsung oleh Bupati Bone dengan penuh keterbukaan. Dalam suasana dialog yang hangat dan konstruktif, BPS menyampaikan rencana pelaksanaan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 sekaligus memaparkan pentingnya penguatan data indikator makro sebagai pijakan kebijakan daerah.

Sensus ekonomi bukan hanya agenda statistik lima tahunan. Ia adalah cermin denyut nadi perekonomian masyarakat dari pelaku usaha kecil di sudut desa hingga sektor-sektor strategis yang menopang pertumbuhan daerah. Data yang dihimpun nantinya diharapkan mampu menghadirkan gambaran riil kondisi ekonomi Kabupaten Bone secara menyeluruh.

Kepala BPS menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah menjadi kunci sukses pelaksanaan sensus. Tanpa kolaborasi lintas sektor, proses pendataan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, komunikasi intensif dengan pemerintah kabupaten menjadi prioritas agar sosialisasi menjangkau seluruh elemen masyarakat.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, merespons positif inisiatif tersebut. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya penyajian data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data yang riil adalah dasar dari kebijakan yang tepat,” ujar Bupati dalam pertemuan tersebut. Baginya, pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada asumsi. Setiap program harus dilandasi angka-angka yang terukur agar target pembangunan dapat dicapai secara efektif dan berkelanjutan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa hasil sensus dan indikator makro yang disajikan BPS akan menjadi acuan dalam merumuskan strategi pembangunan daerah. Dengan data yang kuat, Pemerintah Kabupaten Bone optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Audiensi ini pun menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan visi pembangunan daerah: Bone Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan. Dalam kepemimpinan yang mengusung semangat BerAMAL, data bukan sekadar angka, melainkan arah penunjuk jalan menuju lima tahun pembangunan yang terencana dan terukur.

Di tengah dinamika tantangan pembangunan, sinergi antara BPS dan Pemerintah Kabupaten Bone menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci. Karena di balik setiap kebijakan yang berhasil, selalu ada data yang berbicara dengan jujur. (*)