
BONE–Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, bersama Wakil Bupati Bone, Dr. H. Akmal Pasluddin, MM, menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama dengan jajaran penyuluh pertanian se-Kabupaten Bone di Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Rabu, 26 Maret 2025. Acara ini juga dihadiri oleh Pj. Sekda Bone, A. Saharuddin, SSTP., M.Si, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bone.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bone menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, sektor pertanian menjadi tulang punggung Kabupaten Bone yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Membangun Bone membutuhkan sinergitas. Masalah yang dihadapi daerah ini harus kita uraikan dan cari solusinya bersama. Amanah ini harus kita maksimalkan, dan kita semua harus berkontribusi,” ujar Akmal Pasluddin.
Ia juga mengungkapkan perubahan positif yang telah terjadi dalam waktu singkat sejak dirinya dan Bupati Bone memimpin, terutama dalam hal kebersihan kota yang menjadi perhatian utama. Dengan kepemimpinan yang sederhana dan efisien, ia berharap kebijakan yang diterapkan di tingkat kabupaten dapat ditularkan ke tingkat kecamatan.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, mengenang masa-masa kepemimpinannya di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone sebelum akhirnya dipercaya memimpin daerah ini. Dalam sebuah kesempatan, ia menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran sentral dalam pembangunan daerah, terutama dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan infrastruktur.
“Kita harus lebih proaktif. Para penyuluh pertanian dulu lebih bergerak, dan saya ingin itu kembali. Sekarang ini, kita menghadapi kenyataan bahwa dari APBD Kabupaten Bone yang mencapai Rp2,7 triliun, hanya Rp6,5 miliar yang mampu digunakan untuk perbaikan jalan, dan itu hanya bisa membangun sekitar 3 km jalan saja,” ungkapnya.
Namun, ia menegaskan bahwa setelah dilakukan kajian ulang, anggaran infrastruktur jalan ditargetkan meningkat secara signifikan. “Sekarang minimal 30 km, 60 km, bahkan 90 km. Tapi kita harus puasa dulu selama tiga tahun. Daripada kita panen baru jalan rusak,” ujarnya, menegaskan perlunya strategi pembangunan yang berkelanjutan.
Bupati Andi Asman optimistis bahwa dengan perencanaan yang matang, Kabupaten Bone bisa mendapatkan potensi pembangunan jalan hingga 300 km. “Dari APBD Bone sendiri minimal 100 km, dari Provinsi sekitar 150 km, dan dari pusat ada potensi 80 km. Ini harus kita tindaklanjuti,” tambahnya.
Selain infrastruktur, ia menekankan bahwa sektor pertanian tidak boleh hanya berfokus pada produksi, tetapi juga harus memperhatikan aspek gizi dan kesejahteraan masyarakat. “Jangan sampai kita ini daerah lumbung pangan, tapi stunting di mana-mana. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga Non-ASN di lingkup pertanian untuk bekerja dengan penuh keikhlasan. “Saat ini kondisi keuangan Bone sedang tidak baik-baik saja, tapi ini bukan alasan untuk tidak bekerja dengan maksimal. Kita harus bergerak bersama demi kesejahteraan masyarakat Bone,” pungkasnya.
Dengan komitmen ini, Bupati Bone berharap agar pembangunan di sektor pertanian tidak hanya menghasilkan surplus pangan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat. (*)



Tinggalkan Balasan