BONE– Langkah H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM memasuki Aula Universitas Cahaya Prima (Uncapi) bukan sekadar kehadiran seorang kepala daerah dalam agenda akademik. Di kampus tempat ia pernah menimba ilmu, Bupati Bone itu seakan pulang membawa kenangan, kepedulian, dan pesan keteladanan.

Pada prosesi wisuda sarjana Uncapi, Andi Asman Sulaiman hadir sebagai alumni yang tak lupa akar. Dengan wajah penuh kebanggaan, ia menyaksikan para wisudawan dan wisudawati melangkah ke gerbang baru kehidupan. Namun, kepulangannya kali ini meninggalkan jejak yang lebih dalam.

Bupati Bone memberikan penghargaan dan hadiah kepada lulusan terbaik jenjang S1 dan S2, alumni berprestasi, serta mahasiswa kurang mampu. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp75 juta seluruhnya berasal dari dana pribadi. Sebuah angka yang bukan sekadar nominal, melainkan cerminan kepedulian terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda.

“Keberhasilan bukan hanya tentang gelar atau jabatan, tetapi sejauh mana ilmu dan posisi itu memberi manfaat bagi orang lain,” pesan Andi Asman Sulaiman di hadapan civitas akademika.

Tak berhenti pada apresiasi, ia juga mengajak Uncapi untuk terus bersinergi mendukung program strategis pemerintah daerah dan pusat. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Merah Putih, hingga pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi yang tengah digarap di Kabupaten Bone.

Ajakan itu disambut antusias. Bagi Andi Asman, kampus bukan sekadar menara gading, melainkan mitra strategis dalam membangun daerah—tempat gagasan, riset, dan pengabdian bertemu kebutuhan masyarakat.

Wisuda Uncapi kali ini pun terasa berbeda. Ia bukan hanya seremoni akademik, tetapi menjadi kisah tentang pulang, tentang kepedulian seorang alumni, dan tentang pesan sederhana namun kuat: ilmu dan jabatan menemukan maknanya ketika digunakan untuk memberi manfaat bagi sesama. (*)