Penulis: Monamarissa / Hildafebrina

“Kau hanya perempuan.”

Kalimat itu sering kau lemparkan, seolah
kami tak pantas punya mimpi.
Bagi kalian, mimpi perempuan hanyalah angan-angan kosong. Tapi kami bermimpi bukan untuk minta persetujuan.

Kami bermimpi karena dunia ini terlalu sempit untuk penindasan penindasan yang kalian bungkus dengan adat, aturan yang kalian jaga dengan patriarki.

“Kau hanya perempuan.”
Kata kalian, tempat kami hanya di dapur,
bukan di ruang mimpi, bukan di meja putusan, bukan di medan perjuangan.
Kalian bilang kami hanya pantas di kasur,
melayani hasrat, bukan berdiri sejajar.

Setiap kata itu seperti rantai yang dililitkan
pelan di leher kami. Kami diajari diam,
tunduk, dan patuh.

Tapi diam bukan berarti tak punya suara.
Aku memang tak pernah diajari bertanya
pada hati, jarang diajari memberontak.Tapi
kini aku temukan suara itu, dan aku gunakan untuk melawan.

Aku berdiri bukan karen setuju. Aku berdiri
karena aku menolak dibungkam. Aku
perempuan dan aku melawan.!!!

#HidupPerempuanRevolusi