BONE — Baru sepekan bertugas di Kabupaten Bone, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bone, Mulyadi, SH., MH., menunjukkan komitmen kuat untuk bekerja profesional dan proporsional sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
“Panduan kita sudah ada, jadi tidak akan lari dari SOP. Saya ditugaskan di Bone, dan saya pasti akan mendukung apa yang menjadi program Pemerintah Daerah Bone, karena itu sudah menjadi garis kebijakan dari pusat. Prinsip saya sederhana: bekerja saja,” ujar Mulyadi, saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Kejari Bone, Kamis, (13/11/2025).
Langkah awal Mulyadi di Bone dimulai dengan pembenahan internal organisasi. Ia ingin memastikan seluruh jajaran Kejari Bone memahami peran dan kekuatan masing-masing sebelum melangkah ke strategi penegakan hukum berikutnya. “Saya benahi internal dulu. Harus tahu kekuatan kita seperti apa, mengingat wilayah Kabupaten Bone cukup luas,” tambahnya.
Sebelum bertugas di Bone, Mulyadi dikenal sebagai pejabat yang berpengalaman di berbagai wilayah. Ia sebelumnya berdinas di Kejaksaan Agung, pernah menjabat sebagai Kepala Seksi di Gorontalo, dan juga bertugas di Kalimantan Timur menangani kasus Tindak Pidana Korupsi. Penugasan di Sulawesi Selatan ini menjadi pengalaman pertamanya di provinsi tersebut.
Memasuki bulan Desember mendatang, Mulyadi juga menyiapkan program edukasi anti korupsi yang menyasar generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMP di Kabupaten Bone. “Menyambut Hari Anti Korupsi, kami akan menggelar lomba cerdas cermat di tingkat SMP. Kita bina sekolah-sekolah di Bone agar nilai-nilai kejujuran dan antikorupsi tertanam sejak dini. Biasanya kegiatan hanya bagi-bagi stiker, tapi tidak berdampak. Kali ini, kita ingin ada pembinaan langsung,” jelasnya.
Tak berhenti di sana, Mulyadi juga menunjukkan perhatian terhadap pelayanan bagi saksi di pengadilan. Ia berkoordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Watampone untuk menyiapkan ruang khusus yang lebih nyaman bagi saksi. “Saya sudah koordinasi dengan Ketua Pengadilan supaya ada bentuk layanan yang nyaman bagi saksi, dan beliau merespons positif. Ini bagian dari upaya kita memberikan pelayanan yang humanis,” ungkapnya.
Dengan visi kerja yang sistematis dan humanis, Mulyadi datang ke Bone bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk membangun kesadaran hukum dan budaya integritas di tengah masyarakat. (*)



Tinggalkan Balasan