BONE–Dalam dunia pendidikan, peran seorang Kasi Pembinaan SMA tidak hanya terbatas pada administrasi dan pengawasan, tetapi juga pembinaan langsung kepada guru dan siswa. Salah satu bentuk pembinaan tersebut adalah memberikan materi keterampilan yang bermanfaat bagi siswa dalam pengembangan akademik dan keilmuannya.

Pada Sabtu, 15 Februari 2025, UPT SMAN 5 Bone mengundang Dr. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd., Kasi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, untuk berbagi pengalaman dengan siswa Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) sekolah tersebut. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan materi bertajuk “Metodologi Penelitian”, yang menjadi dasar penting bagi mereka yang ingin menekuni dunia penelitian.

Dalam pemaparannya, Dr. Shabiel menegaskan bahwa metodologi penelitian merupakan aspek krusial dalam menyusun laporan penelitian yang berkualitas. Ia mengingatkan bahwa mengabaikan metodologi akan membuat laporan penelitian menjadi tidak terstruktur dan sulit dipahami. “Sebagai calon peneliti muda, kalian harus menguasai metodologi penelitian. Jika menganggapnya remeh, maka laporan penelitian akan amburadul,” ujarnya.

Selain pemahaman metodologi, Dr. Shabiel juga menekankan pentingnya sikap ilmiah dalam penelitian, terutama dalam aspek kejujuran dan validitas data. Data yang diperoleh, diolah, dan dipaparkan harus benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga mengajarkan kepada para siswa untuk bekerja secara sistematis agar penelitian yang dilakukan lebih terarah dan menghasilkan kesimpulan yang valid.

Salah satu hal yang menarik dalam sesi ini adalah ketika Dr. Shabiel memperkenalkan cara sederhana dan cepat untuk memperoleh referensi yang terpercaya, yakni melalui Google Scholar. Para peserta tampak antusias dengan metode ini karena mempermudah mereka dalam mencari sumber-sumber ilmiah berkualitas. Namun, ia belum mengarahkan siswa untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam penelitian mereka, karena ingin mereka melalui proses penelitian secara alami terlebih dahulu.

Di akhir sesi, Dr. Shabiel menganjurkan agar pembina KIR di UPT SMAN 5 Bone membentuk kelompok peneliti muda yang lebih aktif dan terorganisir. Ia juga menyarankan agar penelitian sederhana dilakukan setiap semester, sehingga siswa terbiasa melakukan riset dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menulis karya ilmiah.

Dengan adanya pembinaan seperti ini, diharapkan lahir generasi peneliti muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang metodologi penelitian serta mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan berkontribusi bagi dunia akademik di masa depan. (*)