BONE — Riuh tawa dan antusiasme siswa kelas VI SDIT Rabbani mewarnai suasana Masjid Abu Bakar pada Selasa pagi (5/8). Bukan sekadar belajar seperti biasa, hari itu mereka terlibat dalam sebuah kegiatan istimewa bertajuk Literasi Finansial Anak Cerdas sebuah upaya nyata untuk menanamkan kecakapan hidup dalam mengelola uang sejak dini.
Kegiatan ini diikuti oleh 88 siswa kelas VI dan berlangsung dari pukul 09.50 hingga 11.00 WITA. Tidak hanya sekadar bagian dari pembelajaran Matematika, kegiatan ini dirancang untuk lebih dari sekadar memahami angka. Fokusnya adalah pada pembelajaran kontekstual mengenai penyelesaian masalah nilai uang antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 — dikemas secara menyenangkan dan aplikatif.
Yang membuat kegiatan ini semakin menarik adalah konsep pembelajarannya yang menghadirkan Guest Teacher. Kali ini, SDIT Rabbani mengundang Hj. Farida Hanafing, S.T., M.E., seorang praktisi keuangan sekaligus pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bone. Dengan gaya yang akrab dan penuh inspirasi, Ibu Farida memaparkan betapa pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus tahu mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Ini penting untuk mengelola keuangan secara bijak,” ungkapnya dengan penuh penekanan.
Tidak hanya memberi penjelasan teoritis, Ibu Farida juga mengajak siswa untuk berdiskusi tentang pengalaman mereka dalam menggunakan uang saku, serta bagaimana mereka bisa mulai menyusun perencanaan keuangan sederhana. Nilai-nilai seperti hemat, jujur, tanggung jawab, dan semangat berbagi menjadi benang merah dalam setiap materi yang disampaikan.
Menariknya, sesi ini ditutup dengan diskusi interaktif. Satu per satu tangan mungil terangkat, menanyakan hal-hal mulai dari tips menabung, cara mengatur uang jajan, hingga bagaimana membedakan pengeluaran penting dan tidak penting. Dengan sabar dan penuh semangat, Ibu Farida menjawab setiap pertanyaan dan menyisipkan pesan-pesan keuangan berbasis nilai Islam.
“Tanamkan sejak dini nilai keuangan Islami seperti jujur, hemat, menabung, berbagi, dan bertanggung jawab, agar kelak menjadi pribadi yang bermanfaat,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, SDIT Rabbani berharap siswa tidak hanya memahami konsep matematika dalam konteks keuangan, tetapi juga mampu membentuk karakter dan kebiasaan positif dalam mengelola uang secara bijak. Karena di balik angka-angka, tersembunyi pelajaran hidup yang akan membentuk masa depan mereka sebagai generasi cerdas dan berintegritas. (*)



Tinggalkan Balasan