BONE– Pemerintah Kabupaten Bone terus memperkuat tata kelola ekonomi daerah yang sehat dan kompetitif. Hal itu tercermin saat Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha Makassar, Hasiholan Pasaribu, dalam rangka audiensi terkait penataan persaingan usaha di Kabupaten Bone.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bone, Jumat (13/3/2026) tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Bone Andi Tenriawaru, Kepala Dinas Perdagangan Bone, Kepala Dinas Kominfo Bone, Plt. DPMPTSP Bone, serta Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bone.
Audiensi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan antara KPPU Kanwil VI dengan Pemerintah Kabupaten Bone, guna memperkuat harmonisasi kelembagaan serta membangun sinergi dalam menjaga iklim usaha yang sehat di daerah.
Bupati Bone menyambut baik kedatangan jajaran KPPU tersebut. Ia menilai kunjungan ini menjadi langkah positif dalam memperkuat pengawasan terhadap praktik usaha di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan KPPU ke Bone. Ini menjadi angin segar untuk menjaga persaingan usaha di Bone agar tetap sehat dan transparan,” ujar Bupati.
Menurutnya, keberadaan KPPU sebagai lembaga pengawas persaingan usaha sangat penting dalam memastikan kegiatan ekonomi di daerah berjalan secara adil dan tidak merugikan masyarakat maupun pelaku usaha.
Sementara itu, Kepala Kanwil VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan membangun sinergi antara KPPU dan pemerintah daerah dalam menjaga iklim persaingan usaha yang sehat, khususnya pada sektor ekonomi daerah.
“Kunjungan kami ini dalam rangka silaturahmi sekaligus perkenalan antara KPPU Kanwil VI dengan Bupati Bone untuk menjaga harmonisasi kelembagaan antara KPPU dengan Pemerintah Kabupaten Bone,” jelasnya.
Ia menambahkan, KPPU juga melakukan pemantauan di lapangan untuk memitigasi berbagai potensi persoalan ekonomi, terutama yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa pemerintah serta sektor ekonomi lainnya.
Selain itu, menjelang perayaan Idul Fitri, KPPU turut melakukan pengawasan terhadap stabilitas pangan di daerah. Pengawasan tersebut difokuskan pada ketersediaan pasokan serta stabilitas harga bahan pokok agar masyarakat tidak dirugikan.
“Kami terus turun di lapangan untuk menjaga stabilitas pangan, baik dari sisi harga maupun ketersediaan pasokan. Jangan sampai ada kelangkaan ataupun kenaikan harga bahan pokok yang tidak wajar menjelang Idul Fitri,” ungkap Hasiholan.
Ke depan, KPPU dan Pemerintah Kabupaten Bone juga berencana memperkuat kolaborasi melalui berbagai kegiatan sosialisasi hukum persaingan usaha kepada pelaku usaha maupun instansi pemerintah di daerah.
Menurut Hasiholan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan indikasi praktik monopoli di Kabupaten Bone. Meski demikian, KPPU tetap mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah agar iklim usaha yang sehat, transparan, dan kompetitif dapat terus terjaga di Kabupaten Bone. (*)



Tinggalkan Balasan