BONE– Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden Republik Indonesia yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 9 Februari 2026, menjadi lebih dari sekadar forum koordinasi lintas sektor. Di hadapan seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, rapat ini juga menjadi momentum apresiasi atas praktik kepemimpinan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Andi Sudirman Sulaiman, S.T., bersama Wakil Gubernur Hj. Fatmawati Rusdi, S.E. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi demi percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Sulsel.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulsel secara khusus memberikan apresiasi kepada Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. dan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M. atas kepemimpinan keduanya dalam menangani persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Bone.

Apresiasi tersebut dibenarkan oleh Pj. Sekretaris Daerah Bone, Hj. Andi Tenriawaru, S.P., M.Si. Ia menyampaikan bahwa Gubernur Sulsel menilai langkah-langkah nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bone telah membawa perubahan signifikan, khususnya di Kota Watampone.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas BMCKTR Kabupaten Bone H. Askar yang mengikuti rapat secara virtual dari Bone. Menurutnya, perhatian serius pimpinan daerah terhadap kebersihan lingkungan kini mulai menunjukkan hasil. Kota Watampone dinilai semakin bersih, lebih tertata, dan tampak lebih hidup dibandingkan sebelumnya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa kebersihan kota bukan sekadar program, melainkan fondasi dalam membangun wajah daerah.

“Kota Watampone adalah ikon Kabupaten Bone yang harus kita jaga bersama. Karena itu, sejak saya diamanahkan sebagai Bupati Bone, langkah pertama yang saya lakukan adalah menggalakkan aksi bersih-bersih,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa komitmen petugas kebersihan menjadi perhatian utama. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bone juga melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat agar persoalan sampah dipahami sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata tugas pemerintah.

Lebih jauh, Andi Asman mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone saat ini tengah menghadapi proses verifikasi penghargaan Adipura, bahkan menargetkan raihan Adipura Kencana. Namun demikian, ia menekankan bahwa orientasi utama bukan sekadar mengejar penghargaan.

“Kita ingin Bone menjadi kota Adipura setiap hari. Bukan karena ada penilaian atau target semata, tetapi karena kebersihan sudah menjadi budaya hidup masyarakat,” tegasnya.

Dengan sinergi lintas sektor dan komitmen kepemimpinan yang konsisten, apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bone hari ini menunjukkan bahwa perubahan wajah kota dapat dimulai dari hal paling mendasar: lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi semua. (*)