MAKASSAR – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bone, Mahammad Rusdi, S.Pd., M.Pd., sekaligus sebagai Plt Kepala bidang Guru dan tenaga kependidikan dinas Pendidikan Kabupaten bone , menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis pelatihan Fasilitator Daerah Bimbingan dan konseling di Hotel Grand Imawan, Makassar, pada tanggal 26 hingga 28 Agustus 2025. Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah pembahasan tentang pemberdayaan guru melalui pelatihan.

Pelatihan “7 Jurus Bimbingan Konseling Hebat”

Rakor ini menyoroti pentingnya peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam membentuk karakter dan potensi siswa. Oleh karena itu, salah satu topik yang dibahas adalah pelatihan khusus bertajuk “7 Jurus Bimbingan Konseling Hebat”. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para guru BK dengan keterampilan yang komprehensif, mencakup:
Kenali Potensi: Membantu guru dalam mengidentifikasi bakat dan minat unik pada setiap siswa.
Kelola Emosi: Mengajarkan teknik mengelola emosi diri dan membantu siswa dalam regulasi emosi mereka.
Tumbuhkan Resiliensi: Membangun daya juang dan ketahanan mental pada siswa menghadapi tantangan.
Jaga Konsistensi: Menekankan pentingnya konsistensi dalam memberikan bimbingan dan dukungan.
Jalin Koneksi: Mengembangkan kemampuan menjalin hubungan yang kuat dan suportif dengan siswa, orang tua, dan rekan kerja.
Bangun Kolaborasi: Mendorong kerja sama antar guru, staf sekolah, dan pihak lain demi keberhasilan siswa.
Menata Situasi: Melatih guru dalam merespons dan menata berbagai situasi kompleks yang mungkin muncul di lingkungan sekolah.

Dalam pernyataannya, Mahammad Rusdi, S.Pd., M.Pd. menyampaikan tekadnya untuk memberdayakan para guru agar mutu pendidikan di Kabupaten Bone semakin meningkat, sejalan dengan visi “Bone Mandiri,berkeadilan dan berkelanjutan “. Ia menekankan bahwa guru yang kompeten dan terlatih adalah kunci utama untuk mencetak generasi penerus yang berprestasi.
Lebih lanjut, Mahammad Rusdi menjelaskan bahwa program pelatihan ini akan menjadi prioritas bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dalam beberapa waktu ke depan. “Kami akan memastikan bahwa para guru BK di Bone mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan bekal 7 jurus ini, para guru BK diharapkan dapat menjadi fasilitator yang lebih efektif dalam membantu siswa menggapai potensi terbaik mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Ia juga berharap, dengan adanya peningkatan kompetensi guru BK, akan tercipta lingkungan belajar yang lebih suportif dan inklusif di seluruh sekolah di Kabupaten Bone. Lingkungan ini akan membantu siswa merasa lebih nyaman dan terbuka untuk mencari bimbingan, sehingga berbagai masalah yang dihadapi dapat diatasi dengan lebih baik. “Ini adalah langkah konkret kami untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, di mana setiap anak mendapatkan perhatian dan bimbingan yang layak,” tuturnya.