BONE– Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kesadaran hidup sehat melalui penyelenggaraan Seminar Kesehatan Olahraga bertajuk “From Exercise to Wellness: Tren Kesehatan Olahraga Masa Kini”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus UNIM Bone, Senin, 05 Januari 2026, dan diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta pemerhati olahraga dan kesehatan.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari latar belakang akademisi dan praktisi. Dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bone hadir Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone, H. A. Akbar, S.Pd., M.Pd, sementara narasumber kedua adalah Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Hasyim, M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Kadispora Bone hadir didampingi Kabid Pembudayaan Olahraga Muhammad Mustakim, S.Sos serta Staf Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Hendra Haeruddin, S.Sos., M.M.
Dalam pemaparannya, H. A. Akbar menyoroti fenomena perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pasif dan berdampak pada meningkatnya penyakit tidak menular. Menurutnya, olahraga selama ini masih cenderung berorientasi pada prestasi semata, sehingga diperlukan transformasi paradigma menuju olahraga berbasis wellness.
“Olahraga tidak lagi cukup dimaknai sebagai ajang kompetisi, tetapi harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa wellness merupakan kondisi sehat secara holistik yang mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan emosional. Oleh karena itu, transformasi olahraga harus mencakup perubahan tujuan dari prestasi menuju kesehatan dan kualitas hidup, perubahan sasaran dari atlet menuju seluruh lapisan masyarakat, serta perubahan pendekatan dari kompetisi menuju partisipasi dan inklusi.
Lebih lanjut, Kadispora menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Dalam konteks ini, pemerintah daerah berfungsi sebagai regulator, fasilitator, edukator, promotor, dan kolaborator.
Sebagai regulator, pemerintah daerah merumuskan kebijakan yang mendukung gaya hidup sehat, seperti peraturan daerah tentang olahraga masyarakat, integrasi olahraga dalam RPJMD, serta kebijakan daerah sehat dan aktif. Contohnya antara lain pelaksanaan Car Free Day dan penetapan jam olahraga bagi ASN.
Sebagai fasilitator, pemerintah bertanggung jawab menyediakan fasilitas olahraga publik yang mudah diakses, mulai dari taman kota, jalur sepeda, lapangan multiguna, hingga pusat kebugaran masyarakat. Aksesibilitas fasilitas ini dinilai penting untuk mendorong partisipasi masyarakat lintas usia dan latar belakang.
Peran edukator diwujudkan melalui kampanye publik berkelanjutan tentang pentingnya aktivitas fisik dan pola hidup sehat, edukasi olahraga sebagai gaya hidup, serta kolaborasi dengan sekolah dan komunitas. Sementara sebagai promotor, pemerintah menyelenggarakan berbagai event olahraga komunitas seperti senam massal, fun run, turnamen antar desa, dan kelas kebugaran gratis.
Tak kalah penting, pemerintah daerah juga berperan sebagai kolaborator dengan menjalin kemitraan bersama institusi pendidikan, sektor swasta, dan komunitas lokal guna memperluas jangkauan serta memastikan keberlanjutan program olahraga masyarakat.
Meski demikian, transformasi olahraga menuju wellness tidak lepas dari berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat, ketimpangan fasilitas antarwilayah, serta paradigma olahraga yang masih prestasi-sentris.
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan strategi penguatan peran pemerintah daerah melalui integrasi lintas sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan pariwisata, penguatan data dan riset olahraga masyarakat, pemberdayaan komunitas lokal, serta penguatan regulasi dan keberlanjutan program.
Sebagai indikator keberhasilan, Kadispora menyebutkan beberapa parameter penting, antara lain meningkatnya partisipasi olahraga masyarakat, menurunnya angka penyakit tidak menular, meningkatnya indeks kebugaran masyarakat, serta meningkatnya kualitas hidup dan kebahagiaan warga.
Melalui seminar ini, UNIM Bone diharapkan menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan akademisi dan praktisi dalam mendorong transformasi olahraga yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menciptakan masyarakat Bone yang sehat, aktif, dan berdaya saing. (*)



Tinggalkan Balasan