Bone – Kabar gembira datang bagi petani jagung di Kabupaten Bone. Harga jagung yang sempat anjlok kini berangsur membaik. Saat ini, harga jagung kering panen berada di kisaran Rp4.200 per kilogram, naik dari sebelumnya yang sempat jatuh hingga Rp3.800 per kilogram.
Perbaikan harga ini disambut penuh rasa syukur oleh para petani. Ketua Kelompok Tani Tadangpalie, Basri, dari Kecamatan Lamuru mengaku lega dengan situasi terbaru. “Alhamdulillah, harga jagung sudah mulai membaik. Kami petani sangat bersyukur karena sebelumnya sempat cemas ketika harga turun terlalu rendah,” ujarnya saat ditemui di sela panen padi di Kecamatan Lamuru.
Keresahan petani sempat mencuat ketika panen jagung berlangsung di Kecamatan Ulaweng beberapa waktu lalu. Kala itu, salah satu kelompok tani menyampaikan keluhan langsung kepada Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, mengenai harga jagung yang merosot serta serapan hasil panen yang lamban. Mendengar hal tersebut, Bupati Bone sigap menghubungi Bulog untuk segera menindaklanjuti persoalan itu.
Langkah cepat tersebut membuahkan hasil. Harga jagung kini kembali stabil, membuat petani merasa lebih tenang. Perhatian pemerintah daerah terhadap dinamika harga komoditas menjadi harapan besar bagi petani di Bone.
“Peran Bupati yang terus memantau keresahan kami di lapangan sangat berarti. Kami merasa tidak dibiarkan berjuang sendiri,” tambah Basri.
Membaiknya harga jagung ini menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan usaha tani di Bone. Dengan harga yang stabil, petani dapat kembali fokus meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. (*)



Tinggalkan Balasan