BONE– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 pada Rabu, 11 Maret 2026.

Untuk wilayah Kabupaten Bone, kegiatan ini dipusatkan di pelataran Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone dan berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari unsur TNI dan Polri.

Gerakan pangan murah ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi, khususnya menjelang momen hari besar keagamaan ketika permintaan bahan pokok biasanya meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone menyampaikan laporan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bahwa kondisi pangan di Kabupaten Bone saat ini relatif aman dan stabil.

“Alhamdulillah, kondisi pangan di Kabupaten Bone pada dasarnya aman dan stabil. Harga kebutuhan pokok juga tidak mengalami kenaikan signifikan, dan stok pangan kita dalam kondisi mencukupi,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bone secara rutin melakukan pemantauan harga pangan di pasar, baik di tingkat kabupaten maupun di seluruh kecamatan. Untuk pemantauan di tingkat kecamatan, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh para camat.

Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif agar lonjakan harga dapat dikendalikan sejak dini, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Alhamdulillah berkat kerja sama semua pihak, termasuk para camat di seluruh wilayah Kabupaten Bone, kita dapat mengantisipasi pergerakan harga pangan sehingga menjelang lebaran kondisi harga masih tetap aman,” tambahnya.

Selain pemantauan harga pasar, Pemerintah Kabupaten Bone juga memperkuat koordinasi di tingkat kecamatan melalui unsur Tripika yang bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menghadirkan kios pangan di tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Melalui kios tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras SPHP, minyak goreng, telur, dan bahan pangan lainnya.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Gerakan Pangan Murah serentak ini juga menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan seperti Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga serta inflasi daerah dapat dikendalikan dengan baik. (*)