BONE–Suasana pagi di Pasar Sentral Palakka, Kabupaten Bone, terlihat berbeda dari biasanya pada hari ini Jumat, 28 Maret 2025. Sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, aparat Kecamatan Tanete Riattang Barat, serta pengelola pasar turun langsung untuk melakukan aksi bersih-bersih di kawasan pasar. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., yang menunjukkan kepedulian terhadap kondisi kebersihan pasar yang menjadi pusat perekonomian masyarakat.

Aksi bersih ini mencakup berbagai titik krusial di pasar, mulai dari area saluran Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tersumbat oleh sampah, hingga kawasan pasar ikan dan sayur yang sering terlihat semrawut. Dengan penuh semangat, Bupati Bone turut turun ke lapangan, mengarahkan petugas, serta berinteraksi dengan pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di pasar.

“Kebersihan pasar sangat penting, tidak hanya untuk kenyamanan para pedagang dan pembeli, tetapi juga untuk kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dengan lingkungan yang lebih bersih, kita dapat menciptakan pasar yang lebih tertata dan nyaman,” ujar Andi Asman Sulaiman di sela-sela kegiatan.

Selain membersihkan sampah, kegiatan ini juga difokuskan pada normalisasi saluran air agar tidak terjadi genangan yang berpotensi menimbulkan bau tak sedap dan menjadi sarang penyakit.

Aksi bersih-bersih ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Bone dalam menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat. Dengan adanya keterlibatan langsung dari pimpinan daerah, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, baik bagi petugas, pengelola, maupun pedagang dan pengunjung pasar.

Sebagai langkah lanjutan, Bupati Bone juga menginstruksikan agar pengelola pasar dan dinas terkait terus melakukan pemantauan serta menyiapkan langkah-langkah preventif untuk menjaga kebersihan di kawasan Pasar Sentral Palakka. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, pasar yang lebih bersih dan tertata rapi bukan lagi sekadar harapan, tetapi bisa menjadi kenyataan yang berkelanjutan. (*)