Watampone, Bone — Dalam suasana Iduladha 1446 H/2025 M, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga sosial yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Lewat program tahunan bertajuk Kurban Berkah, BAZNAS Bone melaksanakan penyembelihan sebanyak 10 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang berasal dari para mudhohi sebutan bagi mereka yang berkurban dengan ikhlas dan dermawan.

Penyembelihan hewan kurban ini dilaksanakan secara profesional selama dua hari, di dua titik lokasi yakni Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, dan Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo. Proses pemotongan dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi syariat Islam dan protokol kebersihan, memastikan bahwa setiap tahapan dilaksanakan dengan aman dan penuh kehormatan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Namun yang paling menyentuh bukan hanya jumlah hewan kurban yang disembelih, melainkan kepada siapa daging itu sampai. Daging kurban disalurkan langsung kepada masyarakat di sekitar lokasi penyembelihan, serta warga prasejahtera lainnya di berbagai titik di Kota Watampone. Para penerima manfaat program ini adalah mereka yang selama ini sering luput dari perhatian para tukang becak, pemulung, hingga warga dari komunitas Suku Bajo yang dikenal sebagai kelompok rentan secara ekonomi.

Rusmin Igho, S.H., Ketua Panitia Kurban Berkah BAZNAS Bone, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan amanah besar dari para pekurban yang ingin berbagi kebahagiaan Iduladha dengan sesama.

“Alhamdulillah, tahun ini kami dapat menyalurkan daging kurban kepada ratusan keluarga yang tersebar di beberapa titik di Kota Watampone. Semoga ini menjadi berkah bagi kita semua, baik yang berkurban maupun yang menerima,” ucap Rusmin dengan penuh haru.

Program Kurban Berkah telah menjadi agenda tahunan yang digagas BAZNAS Bone dalam semangat penguatan solidaritas sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Di tengah hiruk pikuk dunia yang kian individualistis, kegiatan ini menjadi oase — menyatukan hati-hati yang ingin memberi, dengan tangan-tangan yang berharap akan uluran.

Setiap potong daging yang diserahkan tak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi simbol kasih sayang, kepedulian, dan komitmen terhadap keadilan sosial. Di tangan BAZNAS Bone, kurban bukan hanya ibadah, melainkan juga gerakan kemanusiaan yang mengubah rasa syukur menjadi aksi nyata. (*)