BONE– Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Jamiul Ihsan pada Senin malam, 23 Februari 2026. Ratusan jamaah memadati saf demi saf saat Andi Asman Sulaiman memimpin langsung pelaksanaan Safari Ramadhan tingkat Kabupaten Bone.
Bupati Bone menegaskan bahwa Safari Ramadhan tahun ini hadir dengan konsep berbeda. Jika sebelumnya hanya menyasar titik-titik tertentu, kali ini pemerintah daerah membentuk tujuh tim yang akan bergerak serentak mengunjungi lebih dari 1.500 masjid di seluruh wilayah Bone.
“Safari Ramadhan kali ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang menyampaikan secara langsung program pemerintah yang telah dan akan kita laksanakan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, Ramadhan adalah momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kunjungan ke masjid-masjid, pemerintah ingin memastikan informasi pembangunan tersampaikan secara terbuka sekaligus menyerap aspirasi warga.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hadirnya bantuan dari pemerintah pusat ke Kabupaten Bone. Berbagai program strategis mulai dirasakan manfaatnya masyarakat, seperti Brigade Pangan, program Optimalisasi Lahan (Opla), hingga bantuan benih jagung untuk 60 ribu hektare lahan.
“Kemungkinan besar ini berkat doa-doa masyarakat Bone yang selama ini dijabah oleh Allah SWT,” ungkapnya penuh haru, disambut aminkan jamaah.
Di sektor infrastruktur, perubahan mulai terlihat. Dalam kurun waktu hampir lima bulan, sepanjang 329 kilometer jalan telah diaspal. Pemerintah daerah menargetkan seluruh jalan rusak di Bone dapat dituntaskan secara bertahap.
Tak hanya itu, bidang pendidikan dan kesehatan juga menjadi prioritas. Program peningkatan sarana dan prasarana sekolah terus berjalan, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Seragam Gratis yang menyasar 20 ribu siswa. Sementara di sektor kesehatan, pembenahan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi perhatian utama.
Safari Ramadhan malam itu tak hanya diisi tausiah dan penyampaian program. Pemerintah Kabupaten Bone juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kemakmuran masjid.
Di bawah cahaya lampu masjid dan lantunan doa yang mengalun lirih, Safari Ramadhan menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia menjelma menjadi simbol harapan bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang menghadirkan pemerintah di tengah-tengah masyarakatnya. (*)



Tinggalkan Balasan